Dinas Kebudayaan Buleleng Berencana Bangun Tower Teropong Bintang

Dinas Kebudayaan Buleleng menargetkan tahun depan akan membangun tower, yang dilengkapi dengan teropong bintang

Dinas Kebudayaan Buleleng Berencana Bangun Tower Teropong Bintang
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Kepala Dinas Kebudayaan Buleleng, Gede Komang. Dinas Kebudayaan Buleleng Berencana Bangun Tower Teropong Bintang 

Dinas Kebudayaan Buleleng Berencana Bangun Tower Teropong Bintang

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Dinas Kebudayaan Buleleng menargetkan tahun depan akan membangun tower, yang dilengkapi dengan teropong bintang.

Ini dilakukan selain untuk menunjang pariwisata berbasis religi, juga dapat digunakan untuk memberikan daya dukung wariga ala ayuning dewasa.

Kepala Dinas Kebudayaan Buleleng, Gede Komang, Kamis (27/6/2019), ditemui seusai menggelar seminar Pelestarian Wariga Sebagai Astronomi Tradisional Masyarakat Bali, di Sasana Budaya Dinas Kebudayaan Buleleng, menyebutkan ada dua lokasi yang tepat untuk membangun tower tersebut.

Baca: Bounty Cruises Jamin Keamanan dan Kenyamanan Penumpang Saat Berlayar

Baca: Banyuwangi Uji Coba Penyiraman Lahan Pertanian dari Smartphone Hasil Riset Pelajar

Yakni di sekitar Pura Ponjok Batu, Desa Julah, Kecamatam Tejakula, dan Pura Tegal Angin, Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula. 

Di kedua lokasi itu, diakui Gede Komang terdapat kelebihan dan kekurangannya.

Seperti di Pura Ponjok Batu, dari sisi peneropongan ada beberapa bintang sebagai pedoman ala ayuning dewasa  yang titiknya kurang tepat.

Namun Pura Ponjok Batu lebih mudah diakses oleh masyarakat maupun wisatawan.

Baca: Pedagang Buah Menolak Dipindah, Biaya Angkut Barang ke Lantai Dua Membengkak

Baca: Beratnya 100 Kg Lebih, Barbie Kumalasari Dulu Pernah Diselingkuhi Suami Malu Gandeng Ke Mall

Sementara di Pura Tegal Angin, Desa Sembiran titik bintang terlihat sangat tepat, serta menyajikan panorama nyegara gunung.

Namun kelemahannya, lokasinya sangat sulit dijangkau oleh wisatawan, mengingat jalannya cukup menanjak.

"Di Sembiran itu ada solusi yang diberikan, biasa bus-bus wisatawan transit di bawah. Untuk ke atas bisa pakai mobil-mobil kecil. Kalau di Pura Ponjok Batu semua enak. Tempatnya datar dan akses jalan protokol. Melalui seminar ini lah nanti dikaji lokasi yang tepat untuk dibangun tower teropong bintang itu. Dipilih salah satu, apakah di  Pura Ponjok Batu atau di Pura Tegal Angin," terangnya.

Baca: HUT ke-15 Informa Donasikan 1.500 Set Bantal, Guling dan Selimut di 15 Kota, Salah Satunya Bali

Baca: Pria Ini Ditangkap Sebagai Dalang Pembunuhan Istrinya, Sang Anak Teriak Histeris

Anggaran pembangunan tower ini sebut Gede Komang rencananya berasal dari Provinsi Bali.

Mengingat pemerintah provinsi saat ini sedang melakukan pemajuan (menggodok) 10 pokok-pokok budaya.

Sehingga hasil seminar yang melahirkan kajian ilmiah, nantinya akan diserahkan langsung ke Gubernur Bali Wayan Koster. 

"Setelah seminar, kami sudah punya kajian. Gubernur kan tidak mau tiba-tiba mambuat tower. Harus ada kajian ilmiahnya, kemudian nanti ada audiensi antara tim wariga dengan gubernur, baru lah nanti dibuat proposalnya. Saya rasa gubernur akan sangat merespon rencana ini, jelasnya. (*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved