Orangtua Siswa Kecewa Tak Bisa Daftarkan Anaknya di Sekolah Negeri

Beberapa orangtua siswa kecewa lantaran tak bisa mendaftarkan anak-anaknya di SMP Negeri

Orangtua Siswa Kecewa Tak Bisa Daftarkan Anaknya di Sekolah Negeri
Tribun Bali/I Putu Supartika
Suasana antrean verifikasi di Rumah Pintar untuk verifikasi PPDB SMP Negeri 2019, Senin (17/6/2019). Orangtua Siswa Kecewa Tak Bisa Daftarkan Anaknya di Sekolah Negeri 

Orangtua Siswa Kecewa Tak Bisa Daftarkan Anaknya di Sekolah Negeri

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Beberapa orangtua siswa kecewa lantaran tak bisa mendaftarkan anak-anaknya di SMP Negeri di Kabupaten Badung.

Mereka mengaku ditolak oleh sekolah karena hanya menggunakan surat keterangan domisili.

Padahal syarat pendaftaran yang tertuang harus membawa surat keterangan domisili maupun Kartu Keluarga (KK) bagi warga Badung.

"Kita disuruh ke Disdikpora mencari informasi. Padahal sesuai jukdis syarat pendaftaran untuk zonasi umum ada poin fotokopi KK/surat keterangan domisili dan surat pernyataan orangtua/wali tentang domisili," ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Kejadian itu, menurutnya tak dialami dirinya saja. Ia juga mendengar ada beberapa orangtua siswa yang datang ke sekolah tetapi langsung ditolak lantaran membawa surat keterangan domisili.

Baca: Viral Lagi, Penganiayaan Oleh Sekelompok Remaja Putri Kali ini di Bukit Lingga Klungkung

Baca: Jika Diperlukan, Tim Hukum Pasangan 01 Siap Mendampingi Pemerintahan Jokowi-Amin

"Kalau zonasi umum hanya KK Badung, semestinya dijelaskan dari awal. Sekarang banyak ortu siswa dari luar Badung yang mendaftar ditolak langsung," jelasnya.

Dikonfirmasi terkait hal ini, Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Badung I Ketut Widia Astika, Kamis (27/6/2019) kemarin, tak banyak memberikan komentar karena sedang ada upacara.

Namun begitu, pihaknya memastikan tahapan PPDB di Badung sudah berjalan sesuai dengan Pemendikbud 51 Tahun 2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru Pada Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, dan Sekolah Menengah Kejuruan.

"Itu kan sudah berjalan. Sesuai ketentuan paling sedikit 90 persen zonasi termasuk untuk siswa miskin dan disabilitas, 5 persen dari jalur prestasi, dan 5 persen dari jalur perpindahan orangtua," jelasnya.

Baca: Duda Keren 2 Anak Ini Ungkap Alasannya Belum Juga Cari Jodoh, Marcelino Lefrandt Akui Begini

Baca: Yang Harus Diketahui Dari Putusan MK, Sejumlah Dalil Gugatan Tim Prabowo-Sandiaga Ditolak

Disinggung mengenai surat keterangan domisili untuk mendaftar sekolah di Badung, Astika mengatakan orangtua siswa bisa menggunakan surat keterangan domisili, namun untuk jalur perpindahan orangtua atau jalur prestasi.

“Intinya kalau pakai domisili tetap dirangking, misalnya jalur prestasi, dilihat nilainya, prestasinya juga. Bila ada yang ternyata mendaftar di jalur prestasi dari luar Badung tapi tidak diterima, itu bisa saja secara sistem kalah dengan pendaftar lain,” terangnya.

Pada jalur zonasi umum, pihaknya mengatakan tetap memggunakan KK Badung.

“Bila mendaftar untuk jalur zonasi umum ya harus KK Badung. Sebab, aturanya memang seperti itu,” imbuh birokrat asal Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara ini.(*)

Penulis: I Komang Agus Aryanta
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved