Badung Turut Komentari Produk Tembakau Alternatif

Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta turut berkomentar terkait produk tembakau alternatif

Badung Turut Komentari Produk Tembakau Alternatif
Shutterstock
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta turut berkomentar terkait produk tembakau alternatif. Menurutnya, pihaknya akan mendukung jika dapat mendorong pertumbuhan UMKM serta membuka lapangan pekerjaan baru.

“Pemerintah Kabupaten Badung mendukung usaha produk tembakau alternatif apabila hal tersebut dapat membuka peluang usaha baru,” jelas Giri Prasta kepada wartawan beberapa waktu lalu.

Giri Prasta berharap, Kabupaten Badung dapat menjadi sentra utama dari industri produk tembakau alternative, sehingga dapat mengincar dan membuka pasar ekspor. Tak cuma itu, industri produk tembakau alternatif juga mendorong peningkatan sektor pariwisata di Bali, khususnya di Badung.

Hal ini tidak terlepas karena ketertarikan wisatawan mancanegara dalam mengonsumsi produk tembakau alternatif, seperti rokok elektrik yang diproduksi oleh pengusaha lokal.

Dengan dukungan dari sejumlah kepala daerah, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali diharapkan dapat mengakomordir kepentingan masyarakat dengan menyediakan akses informasi yang jelas dan akurat mengenai produk tembakau alternatif.

Gubernur Bali I Wayan Koster dan Wakil Guberner Bali Tjokorda Oka Arta Ardhana Sukawati diharapkan dapat mengikuti jejak beberapa negara maju seperti Inggris, Kanada, dan Selandia Baru yang telah menjadikan produk tersebut sebagai solusi untuk mengurangi jumlah perokok.

Sebelumnya dalam rilis yang diterima Tribun Bali, Walikota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra mengatakan, pihaknya saat ini tengah berjuang mendorong program pengurangan risiko yang berkaitan dengan lingkungan maupun kesehatan, salah satunya adalah permasalahan rokok.  “Bagus. Itu bagus,” kata Rai Mantra menanggapi kehadiran produk tembakau alternatif.

Langkah nyata di bidang lingkungan dilakukan oleh Pemerintah Kota Denpasar bersama Komunitas Malu Dong melalui aksi bersih-bersih Pantai Mertasari dari puntung rokok dan sampah plastik pada akhir Mei lalu.

Permasalahan pencemaran lingkungan, tak terkecuali yang diakibatkan oleh rokok merupakan fokus utama Kota Denpasar. Karena itu, Rai Mantra dan jajarannya akan mendorong kajian ilmiah terhadap produk tembakau alternatif yang lebih ramah lingkungan. 

Kajian ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana kehadiran produk tersebut dalam mengurangi permasalahan rokok di Denpasar serta Bali. Kajian juga dilakukan untuk mendapatkan gambaran lebih mendalam terkait dampaknya bagi pertumbuhan ekonomi Kota Denpasar. Alasannya, Rai Mantra menjelaskan, produk tembakau alternatif merupakan bagian dari industri kreatif.

“Industri kreatif harus didorong, karena RPJM di Denpasar itu dampaknya sangat luar biasa, terutama pertumbuhan UMKM. Karena bukan sekedar produk kreatif, tapi juga income per kapita yang tumbuh,” ujarnya.

Penulis: Uploader bali
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved