Helikopter MI-17 Hilang Kontak di Papua Bertepatan dengan Munculnya Awan Kumulonimbus, Ini Kata BMKG

Selain sulitnya medan, kondisi cuaca di wilayah Papua yang sulit diprediksi menjadi kendala bagi tim untuk melakukan upaya pencarian helikopter MI-17

Helikopter MI-17 Hilang Kontak di Papua Bertepatan dengan Munculnya Awan Kumulonimbus, Ini Kata BMKG
Istimewa
Helikopter TNI Hilang Kontak di Papua, Sampai Pukul 21.00 WIT Belum Ditemukan 

TRIBUN-BALI.COM, JAYAPURA —  Pencarian Helikopter MI-17 milik TNI AD yang dinyatakan hilang kontak di Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, terus diupayakan. 

Selain sulitnya medan, kondisi cuaca di wilayah Papua yang sulit diprediksi menjadi kendala bagi tim untuk melakukan upaya pencarian helikopter MI-17 TNI AD.

Untuk diketahui helikopter MI-17 TNI AD dengan nomor registrasi HA-5138 hilang kontak dengan membawa 12 orang.  

Melansir dari Kompas.com, Helikopter MI-17 milik TNI AD hilang kontak di Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, bertepatan saat munculnya awan kumulonimbus (Cb) secara tiba-tiba.

"Ya, betul, awan itu yang muncul," ujar Kepala BBMKG Wilayah V Jayapura Petrus Demon Silli melalui sambungan telepon, Sabtu (29/6/2019).

Jenis awan Cb adalah sebuah awan vertikal menjulang (keluarga D2) yang sangat tinggi, padat, dan terlibat dalam badai petir dan cuaca dingin lainnya.

Awan Cb memiliki elemen yang dapat mengganggu aktivitas penerbangan sehingga dianggap sangat berbahaya.

Petrus menjelaskan, saat ini kondisi cuaca sedang memasuki musim pancaroba sehingga mudah menyebabkan munculnya awan Cb.

"Posisi Juni-Juli memang seperti ini dan sangat terpengaruh pada kondisi topografi," katanya.

Untuk di Papua, letak geografisnya yang berdekatan dengan Samudra Pasifik menjadi pemicu utama terciptanya awan Cb.

Halaman
12
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved