Keluh Kesah Ortu di Denpasar Mengurus PPDB Jalur Zonasi Anaknya, Arta Terpaksa Cuti Kerja

Sejak Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA jalur zonasi dibuka pada 28 Juni, orangtua calon peserta didik mulai memadati sekolah

Keluh Kesah Ortu di Denpasar Mengurus PPDB Jalur Zonasi Anaknya, Arta Terpaksa Cuti Kerja
Tribun Bali/Meika Pestaria Tumanggor
Suasana verifikasi berkas administrasi calon peserta didik di SMA Negeri 4 Denpasar, Sabtu (29/6/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sejak Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA jalur zonasi dibuka pada 28 Juni, orangtua calon peserta didik mulai memadati sekolah yang dituju di wilayah Denpasar.

Arta salah seorang orangtua siswa telah berada di SMA Negeri 4 Denpasar sejak pagi saat PPBD jalur zonasi dibuka.

"Dari setengah tujuh sudah ramai di sini untuk ambil nomor antrean," katanya.

"Saya ngambil nomor antreannya kemarin (Jumat, 28/6/2019). Dapat nomor antrian nomor dua ratusan, tapi baru hari ini (Sabtu, 29/6/2019) dapat giliran untuk verifikasi berkasnya," tambah Arta.

Untuk mengurus PPDB anaknya, Arta mengaku harus mengurus cuti di tempat ia bekerja, bahkan ia harus cuti hingga dua hari.

"Mau nggak mau harus ngurus cuti. Dari pagi sudah di sini  Mana bisa ini ditinggali, nanti nomornya di panggil," katanya.

"Apalagi ini sistem baru, nggak cukup anak sendiri yang datang. Waktu verifikasi berkas harus ada orangtua untuk tanda tangan," tambah Arta.

Meski jarak rumahnya ke SMA Negeri 4 Denpasar berjarak 1,4 kilometer, Arta belum mengetahui apakah anaknya dapat diterima.

"Sudah ngantri kayak semua. Kita nggak anak kita bisa lulus atau enggak. Kalau dulukan pakai NEM, jadi kita bisa tahu peluangnya. Kalau ini benar-benar nggak tahu kita, anak kita lulus atau enggak. Soalnya kita nggak tau berapa jarak terdekat. Kalau sekarang mau-mau nggak kalau nggak lulus zonasi di negeri ya ke Swasta. Rasanya akan lebih ikhlas kalau siswa boleh memilih sekolah yang ada di kawasannya tapi diurutan berdasarkan NEM, bukan jarak. Kalau rumahnya yang jauh dari sekolah, maka sudah pasti dia nggak diterima di sekolah negeri," kata Arta. (*) 

Penulis: Meika Pestaria Tumanggor
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved