Panen Perdana Bawang Putih di Bangli Mencapai 14 Ton dari Lahan Seluas 50 Hektare

pada panen perdana Jumat (28/6/2019), produksi bawang putih dari lahan seluas 50 hektare mencapai 14 ton lebih

Panen Perdana Bawang Putih di Bangli Mencapai 14 Ton dari Lahan Seluas 50 Hektare
Istimewa
Suasana panen perdana bawang putih di wilayah Desa Buahan, Kintamani, Bangli, Jumat (28/6/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Terkenal dengan hasil bumi bawang merahnya, pertanian di wilayah Kintamani kini juga menjajal bawang putih.

Tak tanggung-tanggung, pada panen perdana Jumat (28/6/2019), produksi bawang putih dari lahan seluas 50 hektare mencapai 14 ton lebih.

Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (PKP) Bangli, I Wayan Sukartana membenarkan hal tersebut.

Ia mengatakan, panen perdana ini berdiri pada lahan demplot. Artinya, penanaman masih bersifat demonstrasi.

"Walaupun demikian, hasilnya luar biasa. Kalau demplot saja berhasil, berarti ini bisa diadopsi oleh kelompok petani lain," ungkapnya.

Dikatakan Sukartana, sejatinya tanaman bawang putih sudah eksis di Kintamani. Namun pada tahun 80-an, sedikit demi sedikit para petani enggan untuk menanamnya lagi.

Ini disebabkan bawang putih membutuhkan waktu panen lebih lama, dibandingkan dengan bawang merah.

Sukartana menyebut, untuk bisa dipanen bawang putih membutuhkan waktu sekitar 6 bulan. Sedangkan bawang merah, hanya membutuhkan waktu 3 hingga empat bulan saja.

Padahal dari segi harga, bawang putih cenderung lebih mahal daripada bawang merah.

Disatu sisi, pada masa itu penanaman bawang putih wajib dilakukan secara monokultur.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved