Kisruh PPDB Muncul Seusai Pengumuman, Ini yang Dilakukan Ombudsman

Asisten Koordinator Bidang Pengawasan Ombudsman RI perwakilan Bali, Ida Bagus Kade Oka Mahendra menyatakan, hingga saat ini masih belum menerima lapor

Kisruh PPDB Muncul Seusai Pengumuman, Ini yang Dilakukan Ombudsman
TRIBUN BALI/ I MADE PRASETIA ARYAWAN
Sejumlah siswa didampingi orang tuanya saat menjalani proses pendaftaran siswa di SMPN 1 Tabanan, Kamis (27/6/2019). 

Kisruh PPDB Muncul Seusai Pengumuman, Ini yang Dilakukan Ombudsman

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Tabanan hingga saat ini masih berjalan.

Ombudsman RI (ORI) perwakilan Bali mengakui hingga saat ini masih belum menerima laporan atau pengaduan terkait kesalahan selama prosesnya.

Dari pengalaman tahun lalu, kisruh PPDB biasanya terjadi setelah pengumuman jalur zonasi.

Sehingga pada 6 Juli mendatang, ORI akan memantau langsung untuk mendengarkan keluhan orangtua siswa.

Baca: LIVE STREAMING: Penetapan Presiden dan Wakil Presiden Jokowi-Maruf Amin, Prabowo Tak Hadir

Baca: SEDANG BERLANGSUNG Live Streaming KompasTV Penetapan Jokowi-Amin sebagai Presiden dan Wakil

Baca: BREKING NEWS! Gelogor Carik Jadi Arena Berdarah, Satu Tewas Saat Bentrok Dua Pemuda Kedaerahan

Asisten Koordinator Bidang Pengawasan Ombudsman RI perwakilan Bali, Ida Bagus Kade Oka Mahendra menyatakan, hingga saat ini masih belum menerima laporan terkait keluhan selama prosea PPDB.

Ia melanjutkan hal itu disebabkan selama prosesnya, Dinas Pendidikan Tabanan sudah melakukan persiapan termasuk sudah menyiapkan peta untuk jalur zonasinya.

"Sampai saat ini belum ada (laporan). Tapi kita akan menunggu pengumumannya nanti. Artinya kita akan memantau langsung di Tabanan," ujar Oka Mahendra saat dikonfirmasi, Minggu (30/6/2019).

Ia melanjutkan, alasannya menunggu pengumuman kelulusan pendaftaran untuk atensi Kabupaten Tabanan karena saat ini PPDB di Tabanan masih manual tak seperti di Kota Denpasar yang menerapkan sistem online.

Terlebih lagi, di Denpasar jumlah siswa lulusan dengan daya tampung sekolah negeri sangat jauh berbeda.

"Karena Tabanan saat ini masih manual penerimaannya. Tapi biasanya setelah pengumuman baru ada yang ribut," katanya. (*)

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved