News Analysis: Sistem PPDB Kayak Lomba Lari

Dari sejak awal pendaftaran sudah memunculkan berbagai masalah hingga membuat orangtua siswa kelabakan dan kebingungan

News Analysis: Sistem PPDB Kayak Lomba Lari
Kolase/Tribun Bali/M Ulul Azmy
Prof Dr Putu Rumawan Salain, Pengamat Pendidikan (kiri). Suasana verifikasi berkas administrasi calon peserta didik di SMA Negeri 4 Denpasar, Sabtu (29/6/2019). 

News Analysis: Sistem PPDB Kayak Lomba Lari

News Analysis oleh Prof Dr Putu Rumawan Salain, Pengamat Pendidikan

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sistem penerimaan peserta didik baru (PPDB) tingkat SMP Negeri saya kira memang banyak masalah.

Dari sejak awal pendaftaran sudah memunculkan berbagai masalah hingga membuat orangtua siswa kelabakan dan kebingungan.

Diawali dari kewajiban peserta untuk memiliki token untuk registrasi online untuk mendaftar jalur zonasi jarak terdekat serta jalur siswa tak mampu dan inklusi.

Mekanisme ini membuat antrean membeludak di seluruh SMP di Denpasar, begitu juga di Rumah Pintar bagi jalur siswa tak mampu dan inklusi.

Ada orangtua murid yang sampai rela cuti kerja, ada juga harus berangkat sedari dini hari untuk mendapatkan token ini.

Baca: Badung Gelontorkan Rp 19 M untuk Taman Puspem, Tata Ulang Pintu Utama dan Bangun Kolam

Baca: Rebutkan 324 Kursi SMA Negeri 4 Denpasar, Hari Kedua Sudah Ada 1.260 Pendaftar

Nah, menurut saya ini adalah masalah. Sistem yang harusnya mempermudah kok jadi mempersulit.

Karena itu mekanisme token ini perlu dievaluasi. Terlebih PPDB sudah seluruhnya berbasis online.

Calon siswa pun tak mudah mendapatkan sekolah pada sistem zonasi saat ini. Mereka hanya memiliki satu pilihan sekolah yang terdekat dengan rumahnya.

Halaman
12
Penulis: eurazmy
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved