News Analysis: Sistem PPDB Kayak Lomba Lari

Dari sejak awal pendaftaran sudah memunculkan berbagai masalah hingga membuat orangtua siswa kelabakan dan kebingungan

News Analysis: Sistem PPDB Kayak Lomba Lari
Kolase/Tribun Bali/M Ulul Azmy
Prof Dr Putu Rumawan Salain, Pengamat Pendidikan (kiri). Suasana verifikasi berkas administrasi calon peserta didik di SMA Negeri 4 Denpasar, Sabtu (29/6/2019). 

Itu pun masih didasarkan pada sistem perangkingan berdasarkan kecepatan mendaftar. Siapa cepat dia yang dapat. Sistem ini kok malah jadi kayak lomba lari.

Rasanya perlu dikasi dua pilihan sekolah di jalur zonasi. Jadi gak hanya satu pilihan yang mempersulit siswa mendapatkan sekolah negeri.

Baca: Nyawa Jro Mahayoni Berakhir di Tangan Suami, Jro Mangku Sumerta Tikam Perut Istri Diduga Sakit Hati

Baca: Arta Cuti Kerja Demi Pendidikan Anaknya, PPDB Jalur Zonasi dan Suka Duka Orangtua

Dan juga tak perlu ada sistem cepat-cepatan sperti sekarang yang membuat makin kacau.

Jadi belajar dari kondisi di lapangan, rasanya sistem PPDB zonasi yang diterapkan saat ini perlu dievaluasi.

Mungkin tujuannya sudah baik, tapi kekhawatiran saya dari hal kecil seperti ini ibarat kayak rusak nila setitik, rusak susu sebelanga.

Saya juga memandang bahwa perlu adanya lagi pertimbangan dalam mengapresiasi nilai NEM siswa sebagai tolok ukur dalam seleksi PPDB.

Tidak adanya lagi syarat utama NEM dalam seleksi bisa berpengaruh terhadap kualitas pendidikan.

Bagi peraih nilai NEM tertinggi bisa disebar di seluruh sekolah jika memang bermaksud untuk menghilangkan kasta sekolah favorit. (*)

Penulis: eurazmy
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved