Parasite: Pergulatan Menerobos Batas Imajiner

Film Parasite belakangan ini terus menjadi bahan perbincangan, tidak hanya di kalangan pegiat sinema senior, anak-anak mudapun tidak mau ketinggalan

Parasite: Pergulatan Menerobos Batas Imajiner
Youtube/Madman
Parasite: Pergulatan Menerobos Batas Imajiner 

TRIBUN-BALI.COM - Film Parasite belakangan ini terus menjadi bahan perbincangan, tidak hanya di kalangan pegiat sinema senior, anak-anak mudapun tidak mau ketinggalan.

Terlebih ketika sutradara ternama Joko Anwar menyatakan Parasite adalah karya jenius dari orang yang jenius.

Bali termasuk beruntung cepat mendapat giliran merasakan ‘kemewahan’ menonton film ini.

Hanya berselang satu bulan sejak Parasite dinobatkan akhir Mei 2019 lalu di Perancis sebagai pemenang The Palme d'Or dalam the Cannes Film Festival.

Kejeniusan apa sesungguhnya yang ditawarkan film garapan Bong Joon-ho ini sehingga berhasil menembus posisi sebagai film pertama Korea yang menyabet penghargaan paling bergengsi dalam industri perfilman?

Dalam sebuah tayangan video press conference yang diunggah akun resmi Festival de Cannes, Bong Joon-ho mengungkap kali ini dia mencoba menabrak batas-batas konvensional.

“Saya suka dengan cara-cara konvensional yang sudah ada sejak bertahun-tahun. Tapi pada saat yang bersamaan, I want to break it dan inilah hasilnya,” tegasnya.

Baca: Perempuan Pembawa Perubahan - Viebeke Lengkong Puluhan Tahun Menjadi Aktivis Sosial

Baca: News Analysis: Sistem PPDB Kayak Lomba Lari

Parasite hasil pertempuran yang terjadi dalam pikiran dan insting Bong Joon-ho.

Rasanya tidak berlebihan kita katakan film ini adalah sebuah pergulatan menerobos batas imajiner manusia.

Menerabas hal-hal linier yang seringkali berujung pada satu kesimpulan normatif, dianggap sebagai kebenaran hanya karena bersumber dari suara kebanyakan.

Halaman
1234
Penulis: Ni Ketut Sudiani
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved