431 Warga Gianyar Bekerja ke Luar Negeri, Bupati Mahayastra Tak Mau Warganya Hanya Jadi PRT

sejak awal tahun hingga Juni 2019, jumlah warga yang memilih berkarir di luar negeri relatif besar, yakni 431 orang

431 Warga Gianyar Bekerja ke Luar Negeri, Bupati Mahayastra Tak Mau Warganya Hanya Jadi PRT
pexel.com
Ilustrasi pembantu rumah tangga (PRT). 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Gianyar sebagai salah-satu pusat destinasi wisata dengan tawaran lapangan pekerjaan yang cukup banyak, ternyata belum memuaskan masyarakat Gianyar.

Pasalnya, sejak awal tahun hingga Juni 2019, jumlah warga yang memilih berkarir di luar negeri relatif besar, yakni 431 orang. Hanya saja, tak ada satupun yang bekerja di luar negeri sebagai pembantu rumah tangga (PRT).

Bupati Gianyar, Made Mahayastra, sempat mengatakan pihaknya tidak akan mengirim masyarakat Gianyar keluar negeri hanya untuk menjadi PRT.

Karena itulah, pihaknya terus melakukan penjajakan dengan penyedia tenaga kerja di luar negeri.

Belum lama ini pihaknya pergi ke Jepang bersama sebuah agen penyalur tenaga kerja yang berminat bekerjasama dengan Pemkab Gianyar.

“Sebelum saya menandatangani MoU, saya ingin tahu apa pekerjaan yang bisa diambil masyarakat Gianyar di Jepang. Setelah saya amati ternyata banyak, mulai dari keperawatan, pegawai restoran, dan pekerjaan bagus lainnya, tapi yang jelas bukan PRT. Karena saya tidak mau mengirim warga saya ke luar negeri untuk jadi PRT,” ujarnya. 

Berdasarkan data Plt Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnaker) Gianyar, Anak Agung Dalem Jagadhita, Minggu (30/6/2019), jumlah masyarakat di Kabupaten Gianyar, yang memilih berkarir di luar negeri, per Juni 2019 ini sebanyak 431 orang.

Meskipun tak merinci jenis pekerjaan dan negara tujuan para pekerja, namun Gung Dalem menegaskan, paling banyak masyarakat Gianyar bekerja di industri pariwisata dan cruise line atau kapal pesiar.

“Dalam catatan layanan ketenagakerjaan yang kami fasilitasi, sejauh ini tidak ada yang kerja jadi PRT di luar negeri. Minat masyarakat memang lebih fokus pada pekerjaan formal, terutama sektor industri pariwisata, termasuk cruise line,” ujar Gung Dalem.

Terkait tidak adanya masyarakat Gianyar yang bekerja sebagai PRT di luar negeri, ia menegaskan hal tersebut terjadi bukan karena adanya larangan dari Pemerintah Kabupaten Gianyar.

Namun minat masyarakat untuk mengambil pekerjaan seperti ini, memang tidak ada.

Menurutnya sebagian besar masyarakat yang bekerja keluar negeri bukan karena kesulitan mencari pekerjaan di Gianyar, tetapi memang untuk mendapat pengalaman kerja yang lebih luas.

“Rata-rata yang keluar negeri itu, sudah memiliki skil,” ujarnya. (*)

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved