Belum Ada Anggaran Perbaiki Patung Gusti Jelantik, Monumen Pahlawan Nasional Rusak Sejak 2018

Patung Gusti Ketut Jelantik di persimpangan Jalan Sudirman-Diponegoro belum diperbaiki sejak rusak tahun lalu

Belum Ada Anggaran Perbaiki Patung Gusti Jelantik, Monumen Pahlawan Nasional Rusak Sejak 2018
Tribun Bali/Saiful Rohim
BELUM DIPERBAIKI - Kondisi patung pahlawan Gusti Ketut Jelantik, di Jalan Diponegoro, Amlapura, Minggu (30/6/2019). Kepala dan badan patah setelah diguncang gempang tahun lalu. Namun hingga kini tak kunjung diperbaiki pemkab. Belum Ada Anggaran Perbaiki Patung Gusti Jelantik, Monumen Pahlawan Nasional Rusak Sejak 2018 

Belum Ada Anggaran Perbaiki Patung Gusti Jelantik, Monumen Pahlawan Nasional Rusak Sejak 2018

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Keluarga Pahlawan Nasional Republik Indonesia, Gusti Ketut Jelantik melayangkan protes ke Pemkab Karangasem.

Ini lantaran patung Gusti Ketut Jelantik di persimpangan Jalan Sudirman-Diponegoro belum diperbaiki sejak rusak tahun lalu.

Selain keluarga, warga juga sebanarnya pernah menanyakan kondisi patung pahlawan nasional yang rusak sejak tahun 2018 ini akibat diguncang gempa Lombok.

Keluarga meminta pemerintah segera memperbaiki mengingat peran sang pahlawan sangat besar dalam memerdekakan tanah air Indonesia.

Patung Gusti Ketut Jelantik kondisinya memprihatinkan. Bagian kepala dan badan patah serta rusak parah.

Baca: Abash Merasa Ada yang Bergerak di Perut Lucinta Luna, Jawabannya: Darah Daging Kamu Sayang

Baca: Telkomsel Raih Penghargaan Penyedia Layanan Digital Indonesia Terbaik Asia-Pasifik

Yang tersisa hanya bagian kakinya dan fondasi patung. Warga juga meminta Pemkab Karangasem segera memperbaiki.

"Harus segera diperbaiki, jangan ditunda-tunda. Ini sudah hampir satu tahun patung rusak, tapi dibiarkan. Seandainya dibiarkan sama saja tidak menghormati perjuangan beliau. Kemana pemerintah?," kata warga, Made Sutrisna saat ditemui sekitar Tugu Pahlawan, Minggu (30/6/2019).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Karangasem, I Nyoman Tari mengungkapkan, pihak keluarga tidak terima patung dibiarkan rusak.

Mereka meminta pemkab memperbaiki patung yang telah diresmikan tahun 1996 itu.

Halaman
12
Penulis: Saiful Rohim
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved