Dharma Wacana

Ingatkan Dampak Media Sosial, Ida Pandita Berpesan Begini pada Seluruh Orangtua

Belakangan ini, kita kerap dipertontonkan tentang aksi kekerasan yang dilakukan oleh anak-anak perempuan pada temannya.

Ingatkan Dampak Media Sosial, Ida Pandita Berpesan Begini pada Seluruh Orangtua
Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Ida Pandita Mpu Jaya Acharya Nanda saat dijumpai usai menjadi narasumber acara sosialisasi revolusi mental diMandala Mhantika Subak Sanggulan, Tabanan, Jumat (9/11/2018).   

Hal tersebut tidak terlepas dari emansipasi, bahwa perempuan harus sama dengan laki-laki. Terlebih lagi di era media sosial (medsos) yang begitu gencar ini.

Berbagai hal positif dan negatif ada di sana.

Kurangnya kontrol pada mereka dalam bermedsos lah yang ikut mengubah wanita Bali menjadi beringas.

Wanita yang awalnya dikodratkan sebagai penyambung tali kasih, justru menjadi tali kekerasan.

Maka dari itu, kita butuh sebuah regulasi pembatasan medsos untuk anak-anak.

Bukan untuk membatasi proses demokrasi, akan tetapi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Seharusnya, anak-anak tidak diperkenankan membawa HP. Supaya pikiran mereka steril dari hal-hal yang berbahaya.

Jika ingin mengetahui tentang sesuatu, di sinilah perlunya peran orangtua. Orangtua harus menjadi ensiklopedia-nya anak-anak, terlepas dari peran guru di sekolah.

Sebab di era sekarang ini, banyak orangtua menyerahkan anaknya kepada medsos.

Tidak hanya sebagai bentuk pemanjaan, bahkan untuk mengerjakan pekerjaan sekolah pun diserahkan ke medsos. Hal inilah yang menyebabkan hubungan antara anak dan orangtua renggang.

Anak-anak tidak memiliki panutan, sehingga ia tumbuh menjadi orang yang suka-suka. Inilah yang harus dikita renungkan.(*)

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved