Citizen Journalism

Jalak Bali : Si Cantik Putih Pulau Dewata Yang Terancam Punah

Burung Jalak Bali (Leucopsar Rothschildi) ini adalah jenis burung pengincau berukuran sekitar 25 cm yang lebih dikenal dengan mana Jalak Putih atau

Jalak Bali : Si Cantik Putih Pulau Dewata Yang Terancam Punah
Tribun Bali/ Lugas Wicaksono
Sejumlah burung jalak Bali hinggap di dahan pohon UPK Pembinaan Populasi Jalak Bali Balai TNBB, Buleleng, Jumat (11/11/2016). Jalak Bali atau Curik terancam punah dicari pemburu karena harga jualnya yang mahal mencapai Rp 13 juta per ekor. (Tribun Bali/ Lugas Wicaksono) 

Pelepasliaran mulai dilakukan pada 2002 dan yang terakhir 2014.

Sejauh ini, kurang lebih 200 individu yang telah dilepaskan.

Selain program pelepasliaran, pemerintah juga telah membentuk Pusat Penangkaran dan Pelepasliaran Jalak bali Yayasan Begawan yang secara resmi telah dibuka pada Rabu, 23 Mei 2018 untuk mencegah punahnya populasi burung Jalak bali yang populasinya saat ini kian terancam.

Yayasan Begawan telah melepasliarkan 60 lima ekor Jalak bali di antara tahun 2006 dan 2007 di Pulau Nusa Penida dan 16 ekor di Sibang dari tahun 2010 sampai 2012, namun banyak burung hilang karena ditangkap oleh pemburu liar.

Pelepasliaran yang dilakukan oleh beberapa pihak bukanlah akhir, melainkan sebagai awal dari kegiatan.

Pelepasliaran dalam jumlah banyak di alam tidak menjadi jaminan selama monitoring tidak dilakukan secara komprehensif.

Habitat jalak bali yang sekarang juga perlu direstorasi, sehingga peluang peningkatan populasi jalak bali di alam liar akan besar.

Selain itu pemantauan jalak bali yang dilepasliarkan di alam, direkomendasikan dengan melakukan pemasangan microchip atau transponder, guna memudahkan monitoring pergerakannya.

Juga perlu dilakukan untuk mengetahui, apakah burung tersebut masih berada di TNBB, pindah habitat, atau malah dicuri.

Program lainnya yang dilakukan untuk melestarikan populasi Jalak bali adalah program konservasi berbasis masyarakat sejak bulan Oktober 2017, yang melibatkan masyarakat setempat untuk berpartisipasi di kegiatan konservasi burung Jalak bali dengan memastikan adanya dukungan terhadap pelestarian Jalak Bali, yaitu melalui pengawasan kolektif dan tindakan tidak menangkap dan/atau menjual burung liar ataupun yang telah dilepasliarkan, bisa terlaksanakan dengan baik.

Halaman
1234
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved