Kisah Wayan Sukarta, Warga Blahbatuh Gianyar yang Puluhan Tahun Menjadi Perajin Gamelan

Wayan Sukarta tak hanya memperbaiki gamelan yang akan digunakan untuk Festival Gong Kebyar, tetapi juga gambelan lainnya

Kisah Wayan Sukarta, Warga Blahbatuh Gianyar yang Puluhan Tahun Menjadi Perajin Gamelan
Tribun Bali/Eri Gunarta
Wayan Sukarta, warga Banjar Tubuh, Desa/Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, yang puluhan tahun menjadi perajin segala jenis gambelan Bali. 

Awalnya, ia bekerja sebagai buruh gambelan di tempat saudaranya, Gabler asal Banjar Sidakarya, Blahbatuh, Gianyar, yang saat ini juga memiliki nama besar sebagai perajin gamelan.

“Dulu awalnya saya meburuh, tapi melihat potensi pasar yang bagus, akhirnya saya mencoba buka usaha sendiri,” ujarnya.

Sukarta pun mengaku bersyukur, lantaran hasil karyanya diminati para maestro seni di Bali.

Berdasarkan jasa para maestro tersebut, banyak sekaa seni yang membeli gambelan padanya. T

ak hanya dari Bali, tetapi juga dari luar negeri, termasuk Sekaa Kesenian Sekarjaya, Amerika Serikat.

“Yang datang ke sini beli gamelan, hampir dari seluruh Bali, bahkan luar negeri. Kalau tidak beli gamelan, ya servis nada. Segala jenis gamelan Bali ada di sini,” tandasnya.

Meskipun piawai membuat gamelan, namun Sukarta ternyata bukanlah pemain gamelan profesional. Dia mengaku sama sekali tidak bisa megambel.

Tetapi dia beruntung dikaruniai pendengaran dan rasa yang peka terhadap nada gamelan.

Bahkan dalam membuat laras, ia sama sekali tak tergantung pada program tuding. Namun lebih banyak menggunakan perasaan.

“Saya tidak bisa megambel, tapi saya bisa merasakan mana nada yang bagus dan buruk. Dan, jika ada yang ingin memesan sesuai nada yang diinginkan, saya juga bisa. Memang dalam mencari nada ini, saya pakai tuding, tapi tidak bergantung sepenuhnya. Kalau hanya menggunakan program tuding, nadanya kenyat, tidak ada taksu. Dan, jika membuat gambelan hanya pakai tuding, mungkin orang luar negeri juga bisa buat gamelan. Karena membuatnya menggunakan rasa inilah, yang sulit untuk dijiplak,” ujarnya. 

Halaman
123
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved