Liputan Khusus

Sekolah Swasta di Denpasar Bukan Lagi Pilihan Terpaksa, Ada Siswa Langsung Daftar ke Sekolah Swasta

Kekacauan dalam Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) SMP negeri secara online dengan sistem zonasi, mencuatkan satu hal yang menonjol.

Sekolah Swasta di Denpasar Bukan Lagi Pilihan Terpaksa, Ada Siswa Langsung Daftar ke Sekolah Swasta
Tribun Bali/Rizal Fanany
Suasana Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) jalur zonasi pada hari pertama di SMAN 1 Denpasar, Jumat (28/6/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kekacauan dalam Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) SMP negeri secara online dengan sistem zonasi, mencuatkan satu hal yang menonjol.

Yakni, sekolah negeri hingga kini masih menjadi incaran para orangtua untuk sekolah anak-anaknya.

Masih kuat anggapan bahwa sekolah negeri lebih berkualitas dan lebih murah dibandingkan sekolah swasta.

Namun demikian, kekacauan proses PPDB online baru-baru ini membuat para siswa yang bermutu terpental dan tak bisa masuk SMP negeri.

SMP swasta pun menjadi pilihan. Apalagi, antara jumlah lulusan baru SD dan daya tampung SMP negeri juga jomplang. 

Data di Dinas Pendidikan dan Olahraga (Disdikpora) Denpasar, jumlah lulusan SD di Denpasar saat ini mencapai 13.946 siswa.

Sedangkan, jumlah sekolah negeri di Denpasar cuma 13 yang bisa menampung maksimal 3.740 siswa saja.

Itu berarti ada 10.206 siswa lulusan SD yang mau tidak mau harus mencari sekolah swasta untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP.

Kepala Disdikpora Kota Denpasar, I Wayan Gunawan berpendapat bahwa rata-rata orangtua siswa mencari sekolah negeri terlebih dahulu untuk anak mereka karena masalah mindset atau persepsi bahwa sekolah negeri pasti lebih bagus.

Padahal, menurut Gunawan, bagus atau tidaknya sekolah juga ditentukan oleh input atau kualitas siswa yang masuk.

Halaman
1234
Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved