Bupati Suwirta Akui Teknis Pemungutan Retribusi di Nusa Penida Masih Manual dan Kurang Personel

Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta tidak menampik adanya kekurangan ihwal penarikan retribusi hari pertama terhadap wisatawan asing di Nusa Penida

Bupati Suwirta Akui Teknis Pemungutan Retribusi di Nusa Penida Masih Manual dan Kurang Personel
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Seorang wisatawan asing tampak menikmati Pantai Kelingking, Nusa Penida yang dikenal juga dengan nama lain 'The Hidden Paradise of Nusa Penida. 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta tidak menampik masih adanya kekurangan ihwal penarikan retribusi hari pertama terhadap wisatawan asing di Nusa Penida.

"Hari pertama saya rasa masih wajar masih ada beberapa kekurangan. Tetapi kami tetap optimistis dan tetap jalankan kebijakan ini demi Klungkung ke depannya," ungkap dia.

Ia menilai, kemacetan panjang terjadi karena sistem yang masih manual dan masih kurangnya personel yang bertugas di lapangan.

Satu lokasi pemungutan retribusi, hanya ada dua petugas.

"Personel juga masih kurang. Tidak sebanding dengan wisatawan yang masuk ke Nusa Penida yang bisa saja rombongan," jelasnya.

Suwirta mengaku akan mengevaluasi jalannya penarikan retribusi bagi wisatawan asing ke Nusa Penida.

Melihat kondisi yang lalu lintas yang macet tersebut, diakuinya sudah ada pihak perusahaan boat yang mau membantu teknis penarikan retribusi.

"Saya terus pantau jalannya kebijakan ini, jika ada yang kurang kami juga akan evaluasi lagi," ungkapnya.

Baca: Pungutan Retribusi Wisatawan Asing di Nusa Penida Picu Macet Panjang, Hari Pertama Raup Rp 52 Juta

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, hari pertama pemungutan retribusi terhadap wisatawan asing di Nusa Penida memicu komplain, Senin (1/7/2019).

Sejak pagi, kemacetan panjang terjadi di lokasi penarikan retribusi di Pelabuhan Banjar Nyuh. 

Petugas pemungut retribusi Pemkab Klungkung saat menghentikan mobil yang mengangkut wisatawan asing di Nusa Penida, Senin (1/7/2019). Wistawan komplain karena petugas memungut dengan cara menghentikan mobil di tengah jalan hingga picu kemacetan panjang.
Petugas pemungut retribusi Pemkab Klungkung saat menghentikan mobil yang mengangkut wisatawan asing di Nusa Penida, Senin (1/7/2019). Wistawan komplain karena petugas memungut dengan cara menghentikan mobil di tengah jalan hingga picu kemacetan panjang. (Istimewa)

Sejumlah wisatawan asing melontarkan keluhan karena pemungutan yang dilakukan menyebabkan lalu lintas terdendat. Para wisatawan menyoroti cara pemungutan retribusi di tengah jalan.

"Tamu saya komplain. Sudah saya jelaskan bahwa ini program pemerintah. Tapi tamu mengatakan, caranya tidak dipungut di tengah jalan seperti ini hingga sebabkan kemacetan," ungkap seorang pengusaha travel agen, Nyoman Sony Artawan.

Meski masih terjadi masalah di hari pertama, Pemkab Klungkung ternayata mampu meraup Rp 52 juta dari wiatawan di Nusa Penida.  Pungutan dilakukan mulai pukul 08.00 Wita hingga 16.00 Wita.

Jumlah tersebut diakumulasi di empat titik lokasi pemungutan yakni di Pelabuhan Banjar Nyuh I, Pelabuhan Banjar Nyuh II, Pelabuhan Jungutbatu Lembongan,  dan Tanjung Sanghyang Lembongan.

Ada total 11 pelabuhan yang nantinya menjadi titik pungutan retribusi kepada wisatwan asing saat berwisata ke Nusa Penida. (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved