Kronologi Turis Asing Temukan Orok Terkubur Rumput di Pantai Sanur, Diduga Hanyut Terbawa Air Laut

Sosok jasad orok yang diperkirakan umur 5 bulan kandungan ditemukan terkubur rumput di Pantai Karang, Sanur, Senin (1/6).

Kronologi Turis Asing Temukan Orok Terkubur Rumput di Pantai Sanur, Diduga Hanyut Terbawa Air Laut
Tribun Bali
Ilustrasi orok 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sosok jasad orok yang diperkirakan umur 5 bulan kandungan ditemukan terkubur rumput di Pantai Karang, Sanur, Senin (1/6).

Pertama kali yang menemukan orok ini adalah wisatawan asing yang tengah berlibur, lalu diberitahukan kepada warga sekitar.

Kapolsek Denpsar Selatan Kompol Nyoman Wirajaya menjelaskan, orok ini ditemukan di Pantai Karang, Sanur pukul 12.30 Wita.

"Umur orok diperkirakan kurang lebih 4 bulanan. Ditemukan dalam posisi tertelungkup dan sebagian tertutup rumput laut. Diperkirakan juga, orok tersebut hanyut terbawa air laut, sehingga terdampar di TKP."

"Saat ini, orok sudah dibawa ke RS Sanglah," ujarnya, Senin kemarin.

Menurut keterangan saksi, Made Suadnyana (45), saat melakukan aktivitas di Pantai Pantai Karang sebagai pelayanan peyewaan kano, tiba-tiba seorang bule yang sedang melintas di Pantai Karang menghampirinya, wisatawan ini memberitahukan jika ditemukan sesuatu diduga orok bayi.

Setelah ada info itu dia mengecek ke lokasi.

"Memang benar telah ditemukan bayi orok di tepi Pantai Karang, selanjutnya dengan temuan tersebut, saya menginformasikan kepada teman saya yakni Made sudarsana yang kebetulan saat itu berada tidak jauh dari TKP ,” kata Suadnyana.

Made Sudarsana (34) menjelaskan, ketika sedang beraktivitas menunggu konter tourist Information di Pantai Karang, diberi tahu oleh Made Suadnyana bahwa dipinggir pantai telah ditemukan bayi orok.

"Kemudian saya bermaksud menghubungi pihak BPBD, namun keburu bertemu dengan petugas polisi yang kebetulan patroli di Pantai Karang. Sehingga langsung melaporkan hal tersebut ke petugas tersebut dan langsung mengecek ke TKP," ujarnya.

Sedangkan menurut keterangan Dokter Forensik RSUP Sanglah, secara terpisah dr Kunthi Yulianti mengatakan, orok tersebut berjenis kelami laki-laki.

"Jenazah orok berjenis kelamin laki-laki diterima pada pukul 14.00 Wita. Dari hasil pemeriksaan luar, jenazah didapatkan umur dalam kandungan antara 5-6 bulanan dalam kondisi membusuk," tutupnya. (*)

Penulis: Rino Gale
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved