Pungutan Retribusi Wisatawan Asing di Nusa Penida Picu Macet Panjang, Hari Pertama Raup Rp 52 Juta

Hari pertama pemungutan retribusi terhadap wisatawan asing di Nusa Penida memicu komplain karena menyebabkan kemacetan panjang

Pungutan Retribusi Wisatawan Asing di Nusa Penida Picu Macet Panjang, Hari Pertama Raup Rp 52 Juta
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Wisatawan asing tampak sedang menikmati liburan di Nusa Penida. Hari pertama pemungutan retribusi terhadap wisatawan asing di Nusa Penida memicu komplain, Senin (1/7/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Hari pertama pemungutan retribusi terhadap wisatawan asing di Nusa Penida memicu komplain, Senin (1/7/2019).

Sejak pagi, kemacetan panjang terjadi di lokasi penarikan retribusi di Pelabuhan Banjar Nyuh.  Pemkab Klungkung kemarin mendapat Rp 52 juta dalam sehari.

Sejumlah wisatawan asing melontarkan keluhan karena pemungutan yang dilakukan menyebabkan lalu lintas terdendat.

Para wisatawan menyoroti cara pemungutan retribusi di tengah jalan.

"Tamu saya komplain. Sudah saya jelaskan bahwa ini program pemerintah. Tapi tamu mengatakan, caranya tidak dipungut di tengah jalan seperti ini hingga sebabkan kemacetan," ungkap seorang pengusaha travel agen, Nyoman Sony Artawan.

Petugas pemungut retribusi Pemkab Klungkung saat menghentikan mobil yang mengangkut wisatawan asing di Nusa Penida, Senin (1/7/2019). Wistawan komplain karena petugas memungut dengan cara menghentikan mobil di tengah jalan hingga picu kemacetan panjang.
Petugas pemungut retribusi Pemkab Klungkung saat menghentikan mobil yang mengangkut wisatawan asing di Nusa Penida, Senin (1/7/2019). Wistawan komplain karena petugas memungut dengan cara menghentikan mobil di tengah jalan hingga picu kemacetan panjang. (Istimewa)

Tempat pemungutan retribusi saat ini terbilang belum layak. Tidak ada loket yang representatif untuk penarikan retribusi.

Malah retribusi ditagih dengan cara menghentikan kendaraan yang ditumpangi atau dikemudikan wisatawan saat baru tiba di Pelabuhan Banjar Nyuh Nusa Penida.

"Seharusnya carilah tampat yang layak untuk pemungutan ini, agar nyaman. Misal diupayakan lagi untuk kerjasama dengan pengusaha boat. Jika sempat ada penolakan dari pengusaha boat seperti yang diberitakan, seharusnya pemerintah bisa ambil langkah tegas," ujarnya.

"Ini program pemerintah dan para pengusaha jangan hanya mencari untung saja. Mereka harus ikut membantu program untuk kepentingan bersama. Kalau seperti sekarang, sistem penarikan retribusinya masih kacau, dan takutnya wisatawan salah sangka," sambung dia.

Selain itu, ia menyarankan lokasi pemungutan juga segera dilakukan pemerataan.

Baca: Bupati Suwirta Akui Teknis Pemungutan Retribusi di Nusa Penida Masih Manual dan Kurang Personel

Tidak hanya di Banjar Nyuh, karena di Nusa Penida masih ada pelabuhan lain yang menjadi pintu masuk wisatawan seperti pelabuhan Buyuk dan Sampalan.

" Saya sudah cek tadi, belum ada penarikan retribusi di pelabuhan lain seperti di Sampalan dan Buyuk. Wisatawan di sana nyelonong begitu saja dan tidak kena retribusi. Semoga hal ini tidak membuat wisatawan kapok," harap Sony.

11 Pelabuhan
Meski masih terjadi masalah di hari pertama, Pemkab Klungkung ternayata mampu meraup Rp 52 juta dari wiatawan di Nusa Penida.  Pungutan dilakukan mulai pukul 08.00 Wita hingga 16.00 Wita.

Jumlah tersebut diakumulasi di empat titik lokasi pemungutan yakni di Pelabuhan Banjar Nyuh I, Pelabuhan Banjar Nyuh II, Pelabuhan Jungutbatu Lembongan,  dan Tanjung Sanghyang Lembongan.

Ada total 11 pelabuhan yang nantinya menjadi titik pungutan retribusi kepada wisatwan asing saat berwisata ke Nusa Penida. "Itu baru empat titik masuk wisatawan, sementara masih ada lagi beberapa titik yang kami belum pungut. Nanti kami evaluasi dan kembangkan juga ke titik-titik lainnya," jelas Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta. (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved