Angkat 'Mobile JKN' sebagai Topik Sikripsi, Sang Ayu Sebut Birokrasi Menjadi Lebih Simple

Sang Ayu mengatakan aplikasi Mobile JKN sudah lengkap dan dapat memenuhi kebutuhan peserta akan birokrasi yang simpel dalam layanan masyarakat

Angkat 'Mobile JKN' sebagai Topik Sikripsi, Sang Ayu Sebut Birokrasi Menjadi Lebih Simple
BPJS Kesehatan
Sang Ayu Nyoman Puspa Widyasari mengatakan aplikasi Mobile JKN sudah lengkap dan dapat memenuhi kebutuhan peserta akan birokrasi yang simpel dalam layanan terhadap program JKN-KIS. 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Berawal dari rasa penasarannya terhadap aplikasi Mobile JKN yang sering ia dengar sebagai salah satu terobosan BPJS Kesehatan dalam memberikan kemudahan layanan kepada masyarakat membuat Sang Ayu Nyoman Puspa Widyasari (22), seorang mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana (Unud) melakukan penelitian untuk tugas akhir atau skripsinya.

Selain sebagai jembatan untuk mencapai cita-citanya memperoleh gelar sarjana, ia juga ingin membuktikan kualitas dari aplikasi ini.

Setelah mendapatkan ijin melalui mekanisme pengajuan permohonan penelitian ke BPJS Kesehatan Cabang Klungkung, Sang Ayu, sapaan akrabnya langsung mencerca responden BPJS Kesehatan dengan pertanyaan-pertanyaan terkait dengan aplikasi Mobile JKN.

Tak sampai disitu, setelah puas akan jawaban dari pihak BPJS Kesehatan, Sang Ayu langsung mempraktekan langsung menggunakan aplikasi ini.

Dari situ ia memperoleh bukti bahwa aplikasi ini benar-benar bagus dan bermanfaat serta wajib dinikmati oleh seluruh masyarakat bukan hanya peserta Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

“Saya merasa tidak salah pilih menggunakan Mobile JKN sebagai skripsi saya, karena selain untuk kepentingan diri saya sendiri dalam merampungkan gelar sarjana saya, saya juga dapat ikut mensosialisasikan aplikasi ini kepada masyarakat karena ada peserta JKN-KIS dan masyarakat umum sebagai responden dan bahan uji coba saya,” ungkap Sang Ayu.

Adanya aplikasi ini menurutnya sangat memudahkan masyarakat dalam mengurus segala administrasi terkait program JKN-KIS seperti yang ia buktikan.

Selain itu, ada pula keuntungan peserta antara lain: dapat mengecek riwayat pengobatan, mengetahui lokasi fasilitas kesehatan (faskes) kerja sama khususnya saat berada di luar kota, fitur-fitur untuk memudahkan pembayaran iuran hingga pengaduan terkait layanan.

Namun yang menurutnya sangat penting adalah KIS Digital pada aplikasi ini menyelamatkan peserta yang lupa membawa kartu saat ingin berobat, karena cukup klik saja KIS Digital maka sudah dapat digunakan.

“Kemudahan yang diberikan oleh aplikasi ini menurut saya sudah lengkap dan dapat memenuhi kebutuhan peserta akan birokrasi yang simpel dalam layanan terhadap program JKN-KIS. Aplikasi ini wajib dimiliki oleh setiap peserta apalagi cara unduhnya sangat mudah lewat Play Store maupun App Store," katanya.

"Bahkan bukan hanya dapat dinikmati oleh peserta saja, tetapi seluruh masyarakat khususnya jika ingin mendaftarkan diri kepada sebagai peserta JKN-KIS secara online,” imbuh Sang Ayu.

Kini Sang Ayu telah meraih gelar sarjananya sesuai dengan apa yang ia cita-citakan, namun ia tetap ingin membagikan kepada masyarakat terakit dengan aplikasi Mobile JKN ini sebagai bentuk syukurnya.

Harapan ke depannya nanti seluruh masyarakat memiliki aplikasi ini sehingga tidak perlu susah-susah datang jauh maupun antre ke kantor BPJS Kesehatan untuk mengurus administrasi kepesertaan.

Bahkan ia berharap aplikasi ini dapat menjadi inspirasi dan percontohan bagi intansi lain untuk semakin meminimalisir birokrasi yang dianggap berbelit-belit dalam pelayanan kepada masyarakat. (*)

Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved