Dibuka dengan 'Ngangsur', Gong Kebyar Dewasa Jembrana Tampilkan 4 Tetabuhan

Ida Bagus Sulinggih menjelaskan tetabuhan pertama yang ditampilkan adalah tabuh kreasi yang berjudul Ngangsur

Dibuka dengan 'Ngangsur', Gong Kebyar Dewasa Jembrana Tampilkan 4 Tetabuhan
Tribun Bali/Wema Satya Dinata
Penampilan gong kebyar dewasa, Maheswara Jaya Pasti, Desa Perancak Duta Kabupaten Jembrana dalam perhelatan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLI tahun 2019 di Panggung Terbuka Arda Candra Taman Budaya Provinsi Bali, Selasa (2/6/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Gong kebyar dewasa dari Maheswara Jaya Pasti, Desa Perancak Duta Kabupaten Jembrana berkesempatan menampilkan 4 tetabuhan dalam perhelatan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLI tahun 2019.

Koordinator gong kebyar, Ida Bagus Sulinggih menjelaskan tetabuhan pertama yang ditampilkan adalah tabuh kreasi yang berjudul Ngangsur

Ngangsur bermakna nafas dan tenaga .

“Nafas sangat mempengaruhi tenaga manusia ketika melakukan aktivitas sehari-hari,” kata Sulinggih saat ditemui di Panggung Terbuka Arda Candra Taman Budaya Provinsi Bali, Selasa (2/6/2019) malam.

Setiap judul pertunjukan juga disesuaikan dengan tema PKB tahun 2019 yakni 'Bayu Pramana, Memuliakan Sumber Daya Angin'

Penampilan kedua, adalah Tari Solah Ngrawit, yang dalam pementasannya penari sekaligus berperan menjadi penabuh. 

Pencipta tetabuhan terinspirasi dari Bumbung Gebyog yang ada di Jembrana

Bumbung artinya bilah bambu, sedangkan gebyog merupakan suara yang ditimbulkan oleh bumbung tersebut.

Gamelan ini terlahir dari kearifan lokal masyarakat Jembrana yang agraris, yakni menumbuk padi pada ketungan. 

Suara yang ditimbulkan dari menumbuk padi tersebut akhirnya membuat pencipta membuat gamelan sebagai ungkapan rasa gembira atas hasil panen yang melimpah.

Halaman
12
Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved