Ditarik Retribusi di Pelabuhan dan di Objek Wisata, Wisatawan yang Liburan ke Nusa Penida Mengeluh

Wisatawan mengeluh karena retribusi tidak hanya dipungut saat menginjakan kaki di Nusa Penida, namun juga saat masuk ke objek-objek wisata

Ditarik Retribusi di Pelabuhan dan di Objek Wisata, Wisatawan yang Liburan ke Nusa Penida Mengeluh
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Wisatawan saat berlibur ke Pantai Klingking di Desa Bungamekar, Nusa Penida, Klungkung, Selasa (2/7/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Berbagai polemik muncul setelah perda pungutan retribusi kepada wisatawan asing ke Nusa Penida diterapakan sejak dua hari lalu.

Wisatawan mengeluh karena retribusi tidak hanya dipungut saat menginjakan kaki di Nusa Penida, namun juga saat masuk ke objek-objek wisata.

Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta meminta setiap desa di Nusa Penida agar mencabut peraturan desa (Perdes) terkait pungutan retribusi ke objek wisata. Hal ini untuk menghindari terjadinya pungutan ganda.

"Pemkab mengambil sikap akan perintahkan desa untuk mencabut perdes tentang pungutan wisatawan.  Ini agar tidak terjadi pungutan ganda," ungkap Suwirta di bertempat di rumah dinas bupati, Selasa (2/7/2019).

Kemarin, Suwirta mengumpulkan berbagai pihak dari kecamatan, Dinas Pariwisata, Dinas Perhubungan, Dinas Pendapatan dan Satpol PP guna mengevaluasi dan membahas segala kelemahan yang ditemukan sejak pemberlakuan perda retribusi.

Dalam pembahasan tersebut, satu di antara permasalahan yang dibahas adalah ihwal penarikan retribusi terhadap wisatawan ketika masuk ke beberapa objek wisata di Nusa Penida.

Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta rapat dengan instansi terkait untuk mengevaluasi permasalahan pungutan retribusi terhadap wisatawan asing di Nusa Penida, Selasa (2/7/2019).
Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta rapat dengan instansi terkait untuk mengevaluasi permasalahan pungutan retribusi terhadap wisatawan asing di Nusa Penida, Selasa (2/7/2019). (Tribun Bali/Eka Mita Suputra)

Hal ini menyebabkan wisatawan protes karena mereka dipungut retribusi dua kali yakni di pelabuhan dan saat masuk ke objek wisata yang dituju.

Suwirta mengatakan, dari pendapatan retribusi resmi ini, nantinya akan dimanfaatkan untuk alokasi pembangunan infrastruktur desa yang disalurkan melalui dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK).

"Kami berharap untuk bekerja sama demi kebaikan dan kemajuan Nusa Penida," ungkap dia.

Desa yang Dirugikan
Rencana ini mendapatkan tanggapan dari benerapa perbekel yang menerapkan penarikan retribusi ke beberapa destinasi wisata di Nusa Penida.

Halaman
12
Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved