Kisah Ngirman Gurung Telan 26 Bungkus Plastik Sabu yang Dibawa ke Bali, Bahaya Jika Pecah di Perut

Seorang warga negara asing (WNA) asal Nepal, Ngirman Gurung (34), nekat melakukan tindakan berbahaya untuk menyelundupkan narkotika ke Bali.

Kisah Ngirman Gurung Telan 26 Bungkus Plastik Sabu yang Dibawa ke Bali, Bahaya Jika Pecah di Perut
Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Kedua tersangka WNA Nepal yang berupaya selundupkan sabu-sabu digiring petugas dengan tangan diborgol dan kaki dirantai di Kantor Bea Cukai Ngurah Rai, Tuban, Badung. Selasa (2/7/2019). 

Setelah dilakukan upaya pengeluaran, kedapatan benda mencurigakan di dalam saluran pencernaan yang bersangkutan adalah 63 bungkus plastik sabu-sabu dengan berat total 506,53 gram netto.

Sementara tanggal 26 Mei 2019, tim gabungan unit 2 Sat Resnarkoba Denpasar bersama Bea Cukai Ngurah Rai yang dipimpin oleh Kasat Resnarkoba Denpasar melakukan upaya konsolidasi terhadap kasus penyelundupan narkotika tersangka Ngirman yang mengaku bahwa dirinya diminta menemui Jay Kumar.

“Dari pengembangan Ngirman itu kita dapatkan informasi Jay Kumar berada di mall dengan memberikan ciri-ciri hanya foto kaki. Lalu setelah kita cari ditemukan Jay Kumar tengah duduk dan membawa tas ransel, didapati juga barang bukti sabu darinya,” terang Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Ruddi Setiawan, yang juga hadir pada jumpa pers tersebut.

Sekitar pukul 20.40 Wita, tim gabungan berhasil mengamankan tersangka Jay Kumar dengan barang bukti berupa satu buah plastik kemasan roti berisi kristal bening seberat 216,89 gram netto yang merupakan sediaan narkotika jenis sabu-sabu.

Total barang bukti yang diamankan dari kedua tersangka yaitu seberat 723,42 gram netto sediaan narkotika jenis methamphetamine atau sabu-sabu. Jumlah ini diperkirakan memiliki nilai konsumsi sebanyak 3.618 orang dan nilai edar mencapai Rp 1 miliar lebih.

Kombes Ruddi menambahkan, pengakuan keduanya masing-masing mendapatkan upah 200 USD. Penerima barang masih dalam penyelidikan pihak Sat Resnarkoba Polresta Denpasar.

“Jay Kumar sebelumnya sudah datang dua hari sebelum Ngirman datang. Ini kali kedua Jay datang ke Bali tetapi baru pertama kali menyelundupkan sabu itu,” tuturnya.

Atas perbuatannya, Ngirman dan Jay Kumar dapat dijerat dengan Pasal 102 huruf (e) j.o Pasal 103 huruf (c) Undang-Undang Nomor 17 tahun 2006 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 10 tahun 1995 tentang Kepabeanan j.o Pasal 113 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan tuntutan hukuman pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling banyak Rp 10 miliar. (*) 

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved