Pelaku Pariwisata Nusa Penida Temui Bupati Suwirta, Sampaikan Aspirasi Perihal Pungutan Retribusi

Mereka ingin menyampaikan aspirasinya, pasca penerapan kebijakan penarikan retribusi kepada wisatawan asing saat berwisata ke Nusa Penida

Pelaku Pariwisata Nusa Penida Temui Bupati Suwirta, Sampaikan Aspirasi Perihal Pungutan Retribusi
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Penggiat Pariwisata Nusa Penida saat menyampaikan aspirasi di kediaman Bupati Klungkung Nyoman Suwirta di Banjar Siku, Desa Kamasan, Klungkung, Rabu (2/7/2019). Pelaku Pariwisata Nusa Penida Temui Bupati Suwirta, Sampaikan Aspirasi Perihal Pungutan Retribusi 

Pelaku Pariwisata Nusa Penida Temui Bupati Suwirta, Sampaikan Aspirasi Perihal Pungutan Retribusi

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Kelompok penggiat pariwisata Nusa Penida menyambangi rumah pribadi Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta di Banjar Siku, Desa Kamasan, Klungkung, Rabu (3/7/2019).

Mereka ingin menyampaikan aspirasinya, pasca penerapan kebijakan penarikan retribusi kepada wisatawan asing saat berwisata ke Nusa Penida.

Baca: RSUP Sanglah Jalani Survei Akreditasi Tahap 2

Baca: 14 Jabatan Eselon III dan IV di Sejumlah OPD Jembrana Belum Terisi

"Kami ingin menyampaikan aspirasi, demi keberlanjutan pariwisata di Nusa Penida," ungkap Ketua Penggiat Pariwisata Nusa Penida I Putu Gede Sukawidana, Rabu (3/7/2019).

Menurutnya, secara umum kelompok penggiat pariwisata di Nusa Penida sependapat dengan Pemkab Klungkung agar penarikan retribusi ditarik dalam 1 pintu.

Hanya saja yang saat ini membuat polemik yakni teknis pemungutannya, sehingga harus disempurnakan lagi.

Baca: Hengkang dari Program TV Pesbukers, Adik Ayu Ting Ting Sebut Kakaknya Dianggap Sampah

Baca: Harga Tiket Pesawat Turun, Dirjen Hubud: Semoga Menjawab Harapan Masyarakat

"Sederhana saja, misal terlalu banyak petugas keamanan saat penarikan retribusi. Hal ini membuat wisatawan kaget dan kurang nyaman. Mereka mengira Nusa Penida tidak aman," ungkap Sukawidana.

Selain itu, SDM penarik retribusi harus lebih ditingkatkan lagi. Terutama kemampuan berbahasa inggris.

"Karena masih banyak petugas yang belum bisa menjelaskan tentang retribusi itu ke wisatawan. Kebanyakan mereka meminta bantuan pemandu wisata untuk menjelaskan. Ini harus diperhatikan juga, sarena komunikasi sangat penting," ungkap Sukawidana. (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved