Soal Sengketa Lahan Tegal Jambangan Ubud, Cok Ibah Tegaskan Tak Ada Perampasan Tanah Begini Bebernya

Berita Gianyar hari ini, Tokoh Ubud, Tjokorda Raka Kerthyasa alias Cok Ibah buka suara soal polemik Tegal Jambangan, Desa Sayan, Ubud, Selasa (2/7)

Soal Sengketa Lahan Tegal Jambangan Ubud, Cok Ibah Tegaskan Tak Ada Perampasan Tanah Begini Bebernya
Tribun Bali/Ragil Armando
Tjokorda Raka Kerthyasa alian Cok Ibah 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Berita Gianyar hari ini terkini, Tokoh Ubud, Tjokorda Raka Kerthyasa alias Cok Ibah buka suara soal polemik Tegal Jambangan, Desa Sayan, Ubud, Selasa (2/7).

Penglingsir Puri Kemuda Saraswati ini menegaskan tanah di Tegal Jambangan merupakan milik Pura Kemuda Saraswati yang diemponnya.

Tidak ada  perampasan tanah.

Sejumlah warga yang mengklaim memiliki tanah itu merupakan keturunan penyakap (petani penggarap) tanah milik Pura Kemuda Saraswati.

Baca: Bertahan Hidup dalam Bedeng Sempit & Pengap, Warga Tegal Jambangan Ubud Ini Surati Menkopolhukam

Cok Ibah menyatakan, keturunan penyakap tidak memenuhi kewajiban mengelola tanah yakni menghaturkan hasil panen ke Pura Kemuda Saraswati.

Mereka juga tidak mengelola tegalan pura secara baik sehingga terbengkalai.

Karena itu, pihaknya  menjual sebagian tanah kepada investor. Transaksi jua beli  sudah dilengkapi sertifikat sah.

“Mereka dulu penyakap, sekitar tahun 1950. Saya sudah ada sertifikat dari dulu,” ujarnya.

Terkait sikap enam KK yang masih menempati lahan tersebut, Cok Ibah mengaku tak mengetahui apa yang diinginkan.

Jika mereka merasa memiliki tanah tersebut, kata dia,  tidak benar lantaran secara hukum tanah tersebut milik Pura Kemuda Saraswati.

Baca: 54 Tim Ikut Kejuaraan Nagaraja Cup I Gianyar, Panpel: Agendakan Rutin Setiap Tahun

Halaman
123
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved