Surat Domisili Dicek Ulang, Kadisdik Sebut Lanjutkan Proses PPDB Sesuai Permendikbud

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bali menanggapi keluhan dari orangtua siswa terkait sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA

Surat Domisili Dicek Ulang, Kadisdik Sebut Lanjutkan Proses PPDB Sesuai Permendikbud
Tribun Bali/Wema Satyadinata
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bali, Ketut Ngurah Boy Jayawibawa. Surat Domisili Dicek Ulang, Kadisdik Sebut Lanjutkan Proses PPDB Sesuai Permendikbud 

Boy menyebut dilihat dari daya tampung SMA/SMK negeri diketahui ada 20 ribu siswa yang terancam tidak bisa diterima.

Rinciannya, jumlah lulusan SMP di Bali berjumlah 65 ribu orang, sedangkan daya tampung SMA/SMK negeri 45 ribu.

Baca: Proses Autopsi Selesai, RSUP Sanglah Ungkap Ciri-ciri Mayat Dalam Kardus di Tabanan

Baca: Apa yang Perlu Dilakukan oleh Fresh Graduate untuk Mendapat Pekerjaan Impian?

Sedangkan kalau sekolah swasta dan negeri digabung jumlahnya mencapai 76 ribu kursi sehingga akan ada kelebihan sekitar 11 ribu kursi.

Disisi lain persoalannya adalah para orangtua ingin memasukkan anaknya ke sekolah negeri karena kalau masuk swasta yang dipikirkan pertama biasanya terkait masalah biaya.

Namun hal itu, kata Boy, sebenarnya bukan jadi masalah karena Disdik Bali sedang memikirkan skema Bantuan Operasional Sekolah (BOS) daerah.

Kedua, yang menjadi pertimbangan adalah mengenai kualitas, maka akan dilakukan peningkatan kualitas dan pembinaan terhadap sekolah-sekolah swasta.

Boy mengimbau kepada orangtua siswa agar mengikuti aturan sesuai Permendikbud dan agar yakin pada Disdik Bali tetap berupaya menyelesaikan persoalan-persoalan yang terjadi dalam dunia pendidikan.

Selanjutnya ia mengimbau pihak sekolah swasta agar bersama-sama memberikan kesempatan kepada calon siswa dan jangan mengambil kesempatan.

Pihaknya meminta kepada sekolah swasta agar tidak terburu-buru menutup pendaftarannya.

“Ini anak-anak kita yang ingin memperoleh pendidikan, generasi masa depan, mari kita dukung. Yang sewajarnya lah kalau memang ada biaya. Jangan ini dijadikan kesempatan,” harapnya. (*)

Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved