Tingkatkan Kerja Sama Transportasi Udara, Indonesia Jadi Tuan Rumah 12th ACWG-RASA di Bali

Tujuan sidang ini untuk meningkatkan kerja sama antara sesama anggota ASEAN dan China khususnya dalam bidang angkutan udara

Tingkatkan Kerja Sama Transportasi Udara, Indonesia Jadi Tuan Rumah 12th ACWG-RASA di Bali
Bagian Kerja Sama Internasional, Humas dan Umum Ditjen Perhubungan Udara
The 12th ASEAN-China Working Group on Regional Air Services Arrangements (12th ACWG-RASA)┬ádigelar di Bali, 2 - 4 Juli 2019. Tingkatkan Kerja Sama Transportasi Udara, Indonesia Jadi Tuan Rumah 12th ACWG-RASA di Bali 

Tingkatkan Kerja Sama Transportasi Udara, Indonesia Jadi Tuan Rumah 12th ACWG-RASA di Bali

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA – The 12th ASEAN-China Working Group on Regional Air Services Arrangements (12th ACWG-RASA) merupakan kerja sama ASEAN dan China secara berkelanjutan di bidang angkutan udara.

Tujuan sidang ini untuk meningkatkan kerja sama antara sesama anggota ASEAN dan China khususnya dalam bidang angkutan udara.

Pertemuan ini digelar tanggal 2 - 4 Juli 2019 di The Anvanya Beach Resort Bali. 

Sidang The 12th ACWG-RASA merupakan pertama kalinya bagi Indonesia menjadi tuan rumah, dan dihadiri oleh 12 negara delegasi termasuk Indonesia.

Pertemuan setingkat direktur otoritas penerbangan negara anggota ASEAN dan stakeholder penerbangan dengan jumlah seluruh peserta sidang sebanyak 70 orang.

Baca: Dari Parade hingga Ngelawang, Ini Rangkaian Kegiatan di PKB 2019 Hari Ini

Baca: Alaya Hotels and Resorts Awarded as Best Seller in Bali Beyond Travel Fair 2019

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B Pramesti dalam sambutannya mengatakan suatu kebanggaan bagi Indonesia karena setelah 11 tahun sejak pertemuan ini diadakan, baru saat ini Indonesia menjadi tuan rumah.

Polana menambahkan, pertemuan ini sangat penting dan mencerminkan peningkatan hubungan kerja sama bilateral ASEAN-China yang baik dan berkelanjutan.  

Rangkaian sidang yang berlangsung selama 3 hari ini membahas rencana pengembangan hak angkut kelima, dan isu-isu operasional dari implementasi perjanjian hubungan udara antara ASEAN dan China.

Selain itu juga pertukaran informasi terkait pelatihan personel dan kerja sama teknis di sektor penerbangan.

Baca: Adonara Group Ekspansi ke Bali, Kelola Hotel dan Vila di Bali

Baca: Tak Ada SMA Negeri di Kecamatan Abang Karangasem, Lulusan 5 SMP Bingung Cari Sekolah

Peningkatan kerja sama transportasi udara antara ASEAN - China sangat penting, dampak besarnya bisa dirasakan dengan jangkauan konektivitas yang semakin luas dan merangsang pertumbuhan lalu lintas udara dan bisa menjelajahi pasar baru yang potensial di seluruh wilayah ASEAN

“Dengan adanya pertemuan ini, akan ada permintaan potensial yang dapat dicapai oleh semua maskapai, baik dari negara anggota ASEAN dan China. Kami juga mendorong semua negara anggota ASEAN dan China untuk mengeksplorasi kerja sama teknis dalam waktu dekat,” tutur Polana.

Untuk diketahui, kerja sama ini telah menghasilkan Perjanjian The Air Transport Agreement Between The Governments of The Member States of The Association of Southeast Asian Nations and The Government of The People’s Republic of China (ASEAN - China Air Transport Agreement).

Perjanjian ini sebagai payung hukum kerja sama bidang transportasi udara antara ASEAN dengan China, yang ditandatangani di Bandar Seri Begawan, 12 November 2010 dan telah diratifikasi dengan Peraturan Presiden Nomor 13 Tahun 2016.(*)

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved