Berita Banyuwangi

Ulama Al-Azhar Mesir Apresiasi Penyebarluasan Islam Moderat di Banyuwangi

Seorang ulama dunia yang juga mantan rektor Universitas Al-Azhar Mesir memberikan ceramah di hadapan ratusan ulama, tokoh dan guru agama di Banyuwangi

Ulama Al-Azhar Mesir Apresiasi Penyebarluasan Islam Moderat di Banyuwangi
Surya/Haorrahman
Ulama Al-Azhar Mesir Apresiasi Penyebarluasan Islam Moderat di Banyuwangi 

Oleh karena itu, imbuh Syekh Ibrahim, janganlah beragama dengan ta'ashub (fanatisme buta).

Baca: I Am Fashion Beachwalk Tawarkan Diskon hingga 70 Persen dari Brand Ternama

Baca: Dxplore Wadahi Kreativitas Milenial di Denpasar, Gelar Berbagai Ajang Pengembangan Bakat

"Pada dasarnya, Islam menolak ta'ashub. Apalagi hingga mengakibatkan perpecahan. Hakikatnya Islam yang diajarkan oleh Nabi Muhammad adalah Islam yang damai," urainya.

Syekh Ibrahim berpesan, keragaman agama, suku dan bahasa di Indonesia adalah sebuah anugerah yang harus dijaga.

Jangan sampai hancur berantakan karena sikap ta'ashub umat Islam itu sendiri.

Kedamaian di Indonesia ini, mengingatkannya pada masa Nabi Muhammad tatkala hijrah ke Madinah. Semua umat hidup rukun di sana.

"Saat Nabi ke Madinah, beliau memberi kebebasan bagi masyarakat Madinah memeluk agama apapun. Bahkan, yang paling banyak adalah orang-orang yang tak bertuhan. Nabi tak mengusiknya. Kecuali ketika mereka mengkhianati perjanjian yang telah disepakati bersama," imbuhnya.

Baca: Beberapa Pasar di Denpasar Akan Terapkan E-Parkir, Pengadaan Alat Telan Anggaran Rp 800 Juta

Baca: Bahas Revisi RTRW, Komisi I DPRD Tabanan Akan Gali Masukan dari Komponen Masyarakat

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengharap, apa yang disampaikan oleh Syekh Ibrahim tersebut bisa menjadi motivasi baru untuk memperkuat persatuan umat di Banyuwangi.

Pemahaman Islam yang moderat harus terus didakwahkan di Bumi Blambangan.

"Apa yang disampaikan oleh Syekh Ibrahim ini bisa digetoktularkan kepada yang lain. Sehingga paham beragama yang moderat ini, bisa menjadi jangkar agar masyarakat Banyuwangi tetap damai dalam keragaman agama," harap mantan ketua Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) tersebut.

Selama ini, tambah Anas, kerukunan beragama di Banyuwangi telah terjaga dengan sangat baik.

Namun, bukan berarti bebas dari upaya-upaya pihak yang tak bertanggungjawab untuk merusaknya.

"Mari terus kita jaga keharmonisan ini. Jangan sampai terkoyak oleh sesuatu yang kecil, seperti halnya perbedaan pandangan politik atau hal lainnya," pungkas Anas. (Surya/Haorrahman)

Editor: Irma Budiarti
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved