Pesta Kesenian Bali

Contoh Karakter Pemimpin, Parade Ngelawang Sanggar Manik Suara di PKB 2019

Sanggar Manik Suara dari Kelurahan Kubu, yang merupakan duta kesenian Kabupaten Bangli, melakukan pementasan Parade Ngelawang

Contoh Karakter Pemimpin, Parade Ngelawang Sanggar Manik Suara di PKB 2019
Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Parade Ngelawang yang mengambil cerita tokoh Angling Dharma ini dipentaskan di Taman Budaya Art Center, Denpasar, Rabu (3/7/2019) sore. Contoh Karakter Pemimpin, Parade Ngelawang Sanggar Manik Suara di PKB 2019 

Contoh Karakter Pemimpin, Parade Ngelawang Sanggar Manik Suara di PKB 2019

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sanggar Manik Suara dari Kelurahan Kubu, yang merupakan duta kesenian Kabupaten Bangli, melakukan pementasan Parade Ngelawang pada Pesta Kesenian Bali (PKB) 2019.

Parade Ngelawang yang mengambil cerita tokoh Angling Dharma ini dipentaskan di Taman Budaya Art Center, Denpasar, Rabu (3/7/2019) sore.

Parade Ngelawang dipentaskan untuk melestarikan sekaligus memberi ruang inovasi seniman.

Parade Ngelawang yang mengambil cerita tokoh Angling Dharma ini dipentaskan di Taman Budaya Art Center, Denpasar, Rabu (3/7/2019) sore.Parade Ngelawang yang mengambil cerita tokoh Angling Dharma ini dipentaskan di Taman Budaya Art Center, Denpasar, Rabu (3/7/2019) sore.
Parade Ngelawang yang mengambil cerita tokoh Angling Dharma ini dipentaskan di Taman Budaya Art Center, Denpasar, Rabu (3/7/2019) sore.Parade Ngelawang yang mengambil cerita tokoh Angling Dharma ini dipentaskan di Taman Budaya Art Center, Denpasar, Rabu (3/7/2019) sore. (Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa)

Ngelawang biasa dilakukan dengan berkeliling desa dan menampilkan tarian barong di depan pintu rumah warga antara Hari Raya Galungan dan Kuningan.

Parade Ngelawang oleh seniman Sanggar Manik Suara diawali dengan berjalan kaki dari pintu masuk selatan Taman Budaya.

Baca: Dua Kali Gempa, Warga Jembrana Tidak Merasakan Apa-apa

Baca: Pesta Miras 2 Galon Berakhir Tragedi Penusukan di Denpasar Ungkap Fakta Ini, Dominggus Murni Melerai

Sampai di depan wantilan, pementasan pun dimulai dengan garapan drama tari calon narang yang mengambil cerita tokoh Angling Dharma.

Tarian bapang barong menjadi pembuka. Kemudian diisi dengan banyolan punakawan dan menceritakan tokoh Angling Dharma yang mampu mengatasi semua masalah yang dihadapinya.

Parade Ngelawang yang mengambil cerita tokoh Angling Dharma ini dipentaskan di Taman Budaya Art Center, Denpasar, Rabu (3/7/2019) sore.
Parade Ngelawang yang mengambil cerita tokoh Angling Dharma ini dipentaskan di Taman Budaya Art Center, Denpasar, Rabu (3/7/2019) sore. (Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa)

Di akhir cerita tampak beberapa seniman kerauhan. Penari rangda yang berada di atas panggung sempat turun, membuat beberapa penonton berlarian ketakutan. Sang rangda kemudian diamankan oleh pecalang.

Suasana di panggung pun semakin riuh. Sejumlah seniman yang kerauhan, tampak memakan anak ayam hidup-hidup.

Baca: Inilah 6 Tokoh Parpol yang Bakal Maju Pilpres 2024, dari Prabowo, AHY hingga Puan Maharani

Baca: Bentuk Tim Cek Ulang Keaslian Dokumen Jalur Zonasi, Pengguna Surat Domisili Palsu Akan Dicoret

Ada juga makan bunga dan minum tuak yang sudah disiapkan sebelumnya.

Penari rangda sempat mengamuk saat kerauhan, hingga harus diamankan oleh pecalang dan anggota sanggar lainnya.

Parade Ngelawang yang mengambil cerita tokoh Angling Dharma ini dipentaskan di Taman Budaya Art Center, Denpasar, Rabu (3/7/2019) sore.
Parade Ngelawang yang mengambil cerita tokoh Angling Dharma ini dipentaskan di Taman Budaya Art Center, Denpasar, Rabu (3/7/2019) sore. (Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa)

Para seniman yang kerauhan kemudian diperciki tirta sehingga tersadar kembali.

"Kami menampilkan dramatari calon narang mengambil cerita Angling Dharma yang merupakan karakter tokoh berwibawa. Dia punya banyak permasalahan namun bisa diatasi. Kami berharap para pemimpin bisa mengambil contoh karakter tersebut dan juga bisa memperhatikan seniman yang ada Bali,” ucap perwakilan Sanggar Manik Suara, Ketut Suartama, usai melakukan pentas. (*)

Penulis: I Nyoman Mahayasa
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved