Jadwal PKB Hari Ini, Kamis 4 Juli 2019, Ada Penyerahan Penghargaan untuk Para Pengabdi Seni

PKB hari ini diawali dengan persembahan berapa Gamelan Bumbang di Kalangan Angsoka pukul 11.00 Wita.

Jadwal PKB Hari Ini, Kamis 4 Juli 2019, Ada Penyerahan Penghargaan untuk Para Pengabdi Seni
Dokumentasi Panitia PKB 2019
Tari Mala Renjana, partisipasi Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta dalam PKB 2019, Minggu (16/6/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Rasanya sayang sekali untuk dilewatkan perhelatan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-41 tahun 2019 hari ini, Kamis (4/7/2019).

Berdasarkan buku Jadwal Pesta Kesenian Bali XLI dari Dinas Kebudayaan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali hari ini akan menyerahkan penghargaan penghargaan kepada para pengabdi seni di Gedung Ksiarnawa pukul 19.30 Wita.

Selain penyerahan penghargaan terhadap para pengabdi seni, di jam yang sama di panggung terbuka Ardha Candra terdapat fragmentari kolosal.

Fragmentari kolosan berjudul "Boma Antaka" ini dipersembahkan oleh Sanggar Paripurna, Desa Bona, Kecamatan Blahbatuh sebagai Duta Kabupaten Gianyar.

PKB hari ini diawali dengan persembahan berapa Gamelan Bumbang di Kalangan Angsoka pukul 11.00 Wita.

Gamelan ini dipersembahkan oleh Sekaa Gong Bumbang Wirama Duta dari Banjar Tengah, Kelurahan Sesetan, Kecamatan Denpasar Selatan sebagai Duta Kota Denpasar.

Siang harinya mulai pukul 14.00 Wita terdapat dramatari gambuh bertajuk Gugurnya Prabu Lasem di Kalangan Ratna Kanda.

Mereka yang tampil adalah Sanggar Tedung Agung, Puri Saren Agung Ubud Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar.

Lalu untuk sore pukul 17.00 Wita di Kalangan Ayodya terdapat workshop yoga Pranayama.

Seperti yang kita ketahui, PKB kali ini mengusung tema Bayu Pramana yang berartu Memuliakan Sumber Daya Angin.

Sejalan dengan tema tersebut, branding PKB dirancang dengan visual yang cenderung pada penampilan simbolis terkait dengan kisah/fragmen karya seni (art work dan seni pertunjukan).

Dari sudut pandang filosofis tema bayu atau angin digambarkan dengan visual kober sebagai interpretasi angin dalam filosofi Hindu.

Warna kober yang dipilih adalah merah (dominan merah) sebagai gambaran kelahiran atau penciptaan (Brahma-merah) dengan lukisan ornamen yang sederhana namun menampilkan ciri Bali.

Dari sudut pandang kisah/fragmen dan seni pertunjukan, unsur angin digambarkan dengan sosok Anoman yang dalam beberapa catatan susastra disebut sebagai 'putra' Dewa Bayu.

Sikap atau agem Anoman ini dipilih dalam posisi bergerak dinamis, seolah terbang, menggambarkan angin yang senantiasa bergerak. (*)

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved