Sepasang Kekasih Pesan Tembakau Gorilla Lewat Instagram, Dijerat Pasal Berlapis di PN Denpasar

Sepasang kekasih yang memesan narkotika lewat Instagram dijerat pasal berlapis di PN Denpasar

Sepasang Kekasih Pesan Tembakau Gorilla Lewat Instagram, Dijerat Pasal Berlapis di PN Denpasar
Tribun Bali/Putu Candra
Firman Agung Suganda (20) bersama kekasihnya, Yuniar Dita Triani (23) dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Rabu (3/7/2019). Keduanya terlibat dalam peredaran narkotika jenis tembakau gorila yang dipesan melalui Instagram. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Firman Agung Suganda (20) bersama kekasihnya, Yuniar Dita Triani (23) didudukan di kursi pesakitan Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Rabu (3/7/2019).

Mereka diadili karena mengedarkan tembakau gorilla. Sepasang kekasih ini pesan narkotika tersebut lewat Instagram.  

Saat ditangkap dan dilakukan penggeledahan di tempat tinggal para terdakwa, ditemukan 182 paket plastik klip tembakau gorilla seberat 334,36 gram, 10 paket plastik klip tembakau gorilla dan satu baskom berisi tembakau gorilla dengan berat 114,56 gram.

Terungkap dalam surat dakwaan, pada Selasa, 5 Februari 2019 pukul 13.00 Wita, Firman memesan tembakau gorilla yang mengandung sediaan narkotik 5-FLUORO ADB secara online, melalui akun Instagram Rp 13 juta.

Firman membayar pesanan itu melalui transfer menggunakan rekening bank milik Yuniar.

Setelah transaksi lewat akun Instagram rampung, keesokan harinya, Firman menerima paket di dalamnya berisi narkotik berupa tembakau gorilla atau sinte, yang dikirim melalui jasa pengiriman kilat.

Lalu Firman membeli campuran tembakau, selanjutnya mencampurnya ke tembakau gorilla dan membuat paketan tembakau gorilla Rp 250 ribu dan paketan Rp 500 ribu.

"Sedangkan Yuniar bertugas menerima pesanan dan menerima uang hasil penjualan. Setelah ada yang memesan, Yuniar kemudian menyampaikan ke Firman. Dan Firman atau orang bernama Adam menempel pesanan itu di tempat yang telah disepakati," ungkap Jaksa Maya Sari.

Kegiatan para terdakwa itu pun akhirnya terendus kepolisian dan melakukan penyelidikan ke tempat tinggal kedua terdakwa di Perumahan Graha Andakasa, Padangsambian Kaja, Denpasar.

Dalam persidangan ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Made Ayu Citra Maya Sari memasang pasal berlapis.

Yakni Pasal 114 ayat (2), Pasal 114 ayat (1), Pasal 112 ayat (2) dan Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotik. Terhadap dakwaan jaksa, para terdakwa tidak mengajukan keberatan (eksepsi).

"Setelah berdiskusi dengan kedua terdakwa, kami tidak mengajukan keberatan," ucap penasihat hukum terdakwa kepada majelis hakim pimpinan Sri Wahyuni Ariningasih. (*)

Penulis: Putu Candra
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved