SMPN 3 Tembuku Bangli Hanya Dapat 74 Siswa Baru, 120 Siswa Lainnya Justru Daftar di Luar Zonasi

SMPN 3 Tembuku tahun ini hanya mendapat 74 siswa baru. 120 siswa lainnya yang semestinya mendaftar ke SMPN 3 Tembuku, justru mendaftar ke sekolah lain

SMPN 3 Tembuku Bangli Hanya Dapat 74 Siswa Baru, 120 Siswa Lainnya Justru Daftar di Luar Zonasi
Ilustrasi: Tribun Bali/Dwi Suputra
Ilustrasi PPDB 2019 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - SMPN 3 Tembuku tahun ini hanya mendapat 74 siswa baru.

Padahal sekolah yang terletak di Banjar Sama Undisan, Desa Jehem, Tembuku, Bangli tersebut membuka lima rombongan belajar (rombel) dengan kuota maksimal sebanyak 160 siswa.

Jumlah ini otomatis hanya mengisi dua rombel saja.

Kepala Sekolah SMPN 3 Tembuku, Ketut Mudiawan mengatakan, tidak terpenuhinya jumlah kuota lantaran banyak calon siswa yang mendaftar di luar zonasi.

Padahal, sesuai zonasi wilayah SMP negeri yang telah ditetapkan Disdikpora Bangli, SMPN 3 mencakup beberapa banjar seperti Banjar Pembungan, Pasekan, Tambahan Kelod, Tambaahan Kaja, Tambahan Bakas, Jehem Kelod Jehem Kaja, Galiran, Antugan, Kelempung, Tingkadbatu, Sama Undisan, dan Sama Griya.

Baca: Tak Ada SMA Negeri di Kecamatan Abang Karangasem, Lulusan 5 SMP Bingung Cari Sekolah

“Sebelum masa pendaftaran dimulai kami sudah melakukan upaya dengan sosialisasi serta pendekatan ke perbekel, bendesa, kadus maupun tokoh masyarakat setempat. Tujuannya agar membantu mengarahkan calon peserta didik baru mendaftar sekolah sesuai zonasi. Namun nyatanya ada sekitar 120 siswa yang semestinya mendaftar ke SMPN 3 Tembuku, justru mendaftar ke sekolah lain,” ungkapnya, Rabu (3/7/2019).

Mengenai ke mana sekolah yang dituju, Mudiawan mengaku kami tidak tahu secara pasti.

Hanya saja, selain berdampak pada tidak terpenuhinya kuota kelas, kondisi ini dikhawatirkan juga berdampak pada kurangnya jam mengajar guru.

“Tentunya jika banyak guru kami kekurangan jam mengajar, mereka tidak bisa memenuhi persyaratan sertifikasi,” ungkapnya.

Mudiawan mengatakan, ketua Komite SMPN 3 Tembuku sudah sempat menyampaikan persoalan ini pada Dinas Pendidikan.

Di samping itu, pihak sekolah juga telah melakukan komunikasi dengan beberapa sekolah terdekat. Tujuannya, agar sama-sama menjalankan ketentuan sistem zonasi yang ditetapkan.

“Kami berharap seluruh sekolah mentaati aturan. Kalau memang ada siswa dari luar zonasi yang mendaftar, ya jangan diberikan. Kami pun juga demikian, jika ada siswa dari luar zonasi tidak diterima, sebab kami taat,” tandasnya. (*)

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved