ASN Boleh Ikut Asal Undurkan Diri, Jelang Pemilihan Perbekel di 50 Desa di Bangli

Sebanyak 50 desa di Bangli tahun 2019 ini akan menggelar pemilihan kepala desa (perbekel) serentak

ASN Boleh Ikut Asal Undurkan Diri, Jelang Pemilihan Perbekel di 50 Desa di Bangli
Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Bangli, I Dewa Agung Bagus Riana Putra. ASN Boleh Ikut Asal Undurkan Diri, Jelang Pemilihan Perbekel di 50 Desa di Bangli 

ASN Boleh Ikut Asal Undurkan Diri, Jelang Pemilihan Perbekel di 50 Desa di Bangli

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Sebanyak 50 desa di Bangli tahun 2019 ini akan menggelar pemilihan kepala desa (perbekel) serentak.

Berdasarkan aturannya, Aparatur Sipil Negara (ASN) boleh ikut serta, namun wajib mengundurkan diri.

Hal ini tertuang dalam Surat Edaran (SE) Bupati Bangli No: 140/504/PEM tentang jumlah minimal calon dan calon perbekel dari ASN, tepatnya poin ke enam.

Disebutkan, calon perbekel yang berasal dari ASN termasuk tenaga honor/kontrak dan sejenisnya, harus mendapat izin tertulis dari bupati selaku pejabat pembina kepegawaian.

Namun demikian, pada poin tujuh juga menyebutkan bahwa calon perbekel yang berasal dari ASN termasuk tenaga honor/kontrak dan sejenisnya tidak memiliki izin tertulis dari bupati dan tetap mencalonkan diri sebagai calon perbekel maka harus mengajukan surat pengunduran diri.

Baca: Pemprov Papua Barat Belajar Pariwisata ke Bali, Dapat Bimtek dari Pusat Unggulan Pariwisata Unud

Baca: Lomba Outbond Jambore Pasraman Tingkat Nasional V Diikuti Peserta dari 33 Provinsi

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Bangli, I Dewa Agung Bagus Riana Putra, Kamis (4/7/2019), mengatakan, selama mendapat persetujuan atau izin dari bupati.

Namun ia menegaskan, Bupati Bangli tidak akan pernah memberikan izin tersebut.

“Yang jelas bupati tidak akan pernah mengeluarkan izin. Kalaupun mereka memaksa agar bisa ikut, maka bisa mengundurkan diri selaku ASN maupun PTT,” ungkapnya.

Lebih lanjut dijelaskan, SE tertanggal 22 Mei itu bertujuan untuk memberikan kesempatan pada masyarakat lain di luar PNS, agar bisa menjadi pengabdi di desanya.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved