Bali Punya Potensi Kembangkan Ekowisata

Wisata Bali masih berpotensi untuk berkembang, termasuk dalam pengembangan ekowisata

Taman Nasional Bali Barat. Bali Punya Potensi Kembangkan Ekowisata 

"Itu dibuat paket ekowisata juga bisa, bahwa tidak merusak lingkungan hutan," terangnya.

Terlebih di kawasan Taman Nasional Bali Barat itu terdapat burung endemik Jalak Bali yang bisa dilihat oleh wisatawan.

Hutan mangrove juga bisa dikelola dengan konsep ekowisata tanpa merusak.

Baca: Pemprov Papua Barat Belajar Pariwisata ke Bali, Dapat Bimtek dari Pusat Unggulan Pariwisata Unud

Baca: Lomba Outbond Jambore Pasraman Tingkat Nasional V Diikuti Peserta dari 33 Provinsi

Di hutan mangrove wisatawan bisa melihat hutan serta berbagai jenis fauna terutama burung dan ikan.

"Tapi jangan bangun restoran di tengah mangrove. Kalau bangun restoran di tengah mangrove ya akan menganggu. Restoran cukup di pinggir-pinggirnya. Kalau di mangrovenya cukup kita trail," tuturnya.

Mantan Sekretaris Jendral (Sekjen) Bali Tourism Board tahun 2006-2013 ini menyontohkan, di Lembongan sebenarnya sudah diterapkan konsep ekowisata mangrove ini.

Di sana diterapkan wisata mangrove dengan menggunakan kano.

Baca: Basudewa Rela Dukung ke Jawa hingga Kalimantan, Suporter Setia Bali United di Setiap Laga

Baca: Mitos Ayam Berkokok Tengah Malam, Ada Yang Percaya Pertanda Malaikat Lewat Hingga Hantu Gentayangan

Konsep ekowisata ini, kata dia, selain tak merusak lingkungan juga upaya pemberdayaan masyarakat.

Penerapan konsep ekowisata wisata mangrove misalnya, masyarakat bisa diberikan kesempatan dalam penyewaan kano atau jukung.

Selain itu masyarakat juga diajak secara rutin membersikan objek wisata bersangkutan, terutama dari sampah plastik serta melakukan penanaman mangrove.

"Memang kita harapkan ekowisata berkembang untuk daerah-daerah yang daya tariknya alam (dan) ekologi. Itu sebaiknya dikelola secara ekowisata," jelasnya.

"Mereka yang datang ke sana bukan untuk (sekadar) selfie-selfie, tetapi untuk mencari pengetahuan sehingga mau membayar mahal," kata dia.(*)

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved