Komite Nasional Keamanan Penerbangan Gelar Pertemuan di Bali, Beberapa Hal Ini yang Dibahas

Komite Nasional Keamanan Penerbangan (KNKP) mengadakan pertemuan di Bali, tepatnya di Aston Kuta And Residence Hotel, 3 - 5 Juli 2019

Komite Nasional Keamanan Penerbangan Gelar Pertemuan di Bali, Beberapa Hal Ini yang Dibahas
Humas Otban Wilayah IV
Komite Nasional Keamanan Penerbangan (KNKP) mengadakan pertemuan di Bali, tepatnya di Aston Kuta And Residence Hotel, 3 - 5 Juli 2019. Komite Nasional Keamanan Penerbangan Gelar Pertemuan di Bali, Beberapa Hal Ini yang Dibahas 

Komite Nasional Keamanan Penerbangan Gelar Pertemuan di Bali, Beberapa Hal Ini yang Dibahas

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Komite Nasional Keamanan Penerbangan (KNKP) mengadakan pertemuan di Bali, tepatnya di Aston Kuta And Residence Hotel, 3 - 5 Juli 2019.

Pertemuan ini dibuka Direktur Keamanan Penerbangan Dadun Kohar mewakili Dirjen Perhubungan Udara Polana B Pramesti.

Kepala Kantor Otoritas Bandara Wilayah IV Elfi Amir yang turut menghadiri pertemuan tersebut mengatakan ada beberapa poin yang ditekankan Ditjen Hubud.

“Ada beberapa poin yang ditekankan oleh Dirjen dalam amanatnya di pertemuan ini,” imbuhnya.

Baca: ORI Bali Minta Optimalisasi Daya Tampung Dikonsultasikan ke Kemendikbud

Baca: TRIBUN WIKI - 6 Studio Rekaman d Denpasar, Catat Alamat dan Nomor Teleponnya

Elfi menyampaikan, poin-poin ini yakni Dirjen Perhubungan Udara telah menjalin kerja sama dengan beberapa instansi, salah satunya adalah Badan Siber dan Sandi Negara Nasional yang bertujuan harmonisasi peraturan cyber security di bidang keamanan penerbangan.

"Juga, banyaknya permasalahan terkait keamanan penerbangan yang terjadi di bandara merupakan pekerjaan rumah bersama dan harus dicari solusinya secara bersama pula," tuturnya.

Baca: Fakta-fakta Gunung Piramid Bondowoso, Tempat Hilangnya Pendaki Thoriq

Baca: Arjen Robben Pensiun dari Lapangan Bola, Kata-kata Perpisahannya Mengharukan

“Rapat KNKP dapat menjadi wadah koordinasi antar instansi, saling berbagi informasi dan harmonisasi peraturan keamanan penerbangan, sehingga dapat memberikan manfaat bagi seluruh peserta dalam mendukung peningkatan keamanan penerbangan di bandara di seluruh indonesia,” kata Elfi.

Selain itu yang menjadi poin penting yakni identifikasi paspor palsu, advance passenger information, peranan regulated agent terhadap keamanan penerbangan, mewaspadai potensi lahirnya bibit baru pelaku aksi terorisme serta perkembangan informasi ancaman keamanan penerbangan.

Hadir dalam pertemuan tersebut PT Angkasa Pura I Cabang Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Imigrasi, BIN, BNPT, Regulated Agent, Bea Cukai dan BSSN.(*)

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved