ORI Bali Minta Optimalisasi Daya Tampung Dikonsultasikan ke Kemendikbud

Bila memang akan ada optimalisasi daya tampung maka Disdik sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu ke Kemendikbud Ri

ORI Bali Minta Optimalisasi Daya Tampung Dikonsultasikan ke Kemendikbud
Tribun Bali/Wema Satyadinata
Kepala Ombudsman Perwakilan Bali, Umar Ibnu Alkhatab. ORI Bali Minta Optimalisasi Daya Tampung Dikonsultasikan ke Kemendikbud 

ORI Bali Minta Optimalisasi Daya Tampung Dikonsultasikan ke Kemendikbud

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dinas pendidikan (Disdik) Provinsi Bali saat melakukan rapat kerja dengan Komisi IV DPRD Bali mewacanakan akan melakukan optimalisasi daya tampung terhadap para siswa yang belum mendapat sekolah, baik negeri maupun swasta.

Atas wacana tersebut, Kepala Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Bali, Umar Ibnu Alkhatab menyarankan bila memang akan ada optimalisasi daya tampung maka Disdik sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI. 

Konsultasi perlu dilakukan karena salah satunya terkait penempatan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) jika sekolah menambah kapasitas daya tampungnya.

“Sebelum memutuskan sesuatu agar konsultasi dulu dengan Kemendikbud. Kalau boleh, dan ada bukti surat dari Kemendikbud, maka Disdik punya dasar untuk menambah rombel,” kata Umar saat ditemui di Kantor Ombudsman RI perwakilan Provinsi Bali, Denpasar, Jumat (5/7/2019).

Disamping itu, lanjut Umar, Kepala daerah juga diperbolehkan mengeluarkan diskresi jika memang sesuai dengan kewenangannya.

Baca: TRIBUN WIKI - 6 Studio Rekaman d Denpasar, Catat Alamat dan Nomor Teleponnya

Baca: Fakta-fakta Gunung Piramid Bondowoso, Tempat Hilangnya Pendaki Thoriq

Misalnya, diskresi yang diambil oleh Gubernur diperkenankan sepanjang menyangkut kebijakan yang dikeluarkan Pemerintah Provinsi.

“Ini kan kebijakan Menteri (Pemerintah Pusat), Makanya dia harus konsultasi ke Pusat. Sekarang SMA kan kewenangannya memang Provinsi tapi yang membuat aturannya kan Kemendikbud,” ujarnya.

Diskresi bisa berupa penambahan rombel (rombongan belajar), melaksanakan double shift, ataupun bisa bersinergi dengan sekolah swasta.

Ia berpendapat sinergi tersebut dalam artian bagi sekolah swasta yang menerima siswa-siswi yang belum mendapat sekolah nanti akan diberikan insentif, guru DPK nya ditambah, infrastrukturnya diperbaiki, serta pemberian dana BOS daerah.

Halaman
12
Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved