Pemprov Papua Barat Belajar Pariwisata ke Bali, Dapat Bimtek dari Pusat Unggulan Pariwisata Unud

Papua Barat dalam hal ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) belajar mengenai pengembangan kepariwisataan ke Bali

Pemprov Papua Barat Belajar Pariwisata ke Bali, Dapat Bimtek dari Pusat Unggulan Pariwisata Unud
Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Bimbingan teknis pengembangan pariwisata dari Pusat Unggulan Pariwisata Unud kepada Disbudpar Provinsi Papua Barat di Hotel Puri Ayu, Denpasar, Kamis (4/7/2019). Pemprov Papua Barat Belajar Pariwisata ke Bali, Dapat Bimtek dari Pusat Unggulan Pariwisata Unud 

Selain sebagai media pembelajaran, Irman mengatakan, tidak menutup kemungkinan pihaknya bersama Pusat Unggulan Pariwisata Unud juga akan mengembangkan pariwisata berkelanjutan.

Terlebih Papua Barat saat ini lebih mengendepankan pengembangan ekowisata dan tidak ingin menjadi pariwisata massal seperti di Bali.

"Bukan ke mass tourism, tapi ke wisata minat khusus saja," kata Irman menegaskan.

Dijelaskan, sepanjang tahun 2018 Provinsi Papua Barat sudah mendapat kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sekitar 17 ribu orang, dan paling banyak berasal dari Amerika Serikat (AS).

Baca: Raffi Ahmad Ungkap Lagi Perasaannya Pada Yuni Shara: Dulu Kita Saling Sayang Kenapa Sekarang Musuhan

Baca: Ungkap Saat Terakhir Bersama Thoriq yang Hilang di Gunung Piramida, Rekan Sempat Beri Peringatan Ini

Ketua Pusat Unggulan Pariwisata Unud, Anak Agung Putu Agung Suryawan Wiranatha mengaku senang dengan kepercayaan yang telah diberikan oleh Disbudpar Provinsi Papua Barat dalam bimbingan teknis.

Dirinya berpandangan bahwa Disbudpar Provinsi Papua Barat ingin belajar sesuatu yang baik dari Bali, dan yang kurang baik perlu diambil sebuah langkah sehingga dapat meminimalisasi dampak negatif.

Selama ini pariwisata selalu mempunyai dua dampak sehingga harus diminimalisasi dampak negatifnya.

Suryawan yang juga mantan Sekjen Bali Tourism Board (BTB) periode 2006-2013 ini mengatakan, potensi Papua Barat yang berada dalam bidang budaya dan lingkungan sangat baik untuk pengembangan ekowisata.

"Artinya berbeda dengan Bali. Kalau Bali kan pariwisatanya pariwisata massal, dimana mereka datang hanya untuk melihat-lihat. Tapi kalau di Papua mereka yang datang ke sana adalah mereka yang benar-benar ingin mengetahui lebih dalam potensi alam, baik itu di laut maupun di daratnya," tuturnya.

"Jadi berbeda, kalau wisatawan asing dengan uang yang sedikit bisa datang berlibur ke Bali dengan harga yang murah," imbuhnya. (*)

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved