Dana Desa Tahap Tiga Bakal Cair Akhir Juli, Total Penerimaan Seluruh Desa di Badung Mencapai Rp 52 M

Dana Desa tahap ketiga di Badung kabarnya akan kembali cair pada akhir Juli 2019 dengan total penerimaan dari APBD mencapai Rp 52 M

Dana Desa Tahap Tiga Bakal Cair Akhir Juli, Total Penerimaan Seluruh Desa di Badung Mencapai Rp 52 M
istimewa
ilustrasi dana desa 

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Pemerintah Kabupaten Badung akan mendapatkan Dana Desa yang bersumber dari APBN.

Dana tersebut kabarnya akan kembali cair pada akhir Juli 2019 ini. 

Di Kabupaten Badung, total penerima bantuan dari pemerintah pusat sebanyak 46 desa. Hanya saja jumlah yang diperoleh berbeda antara satu desa dengan desa yang lainnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Badung, I Putu Gede Sridana, saat dikonfirmasi perihal tersebut mengaku sudah memberitahukan kepada para perbekel untuk segera menyelesaikan SPJ dari realisasi Dana Desa pada tahap pertama dan kedua.

Hal ini supaya pencairan Dana Desa tahap ketiga tersebut bisa segera dilakukan.

“Rencana tahap ketiga akan cair pada akhir Juli 2019 mendatang. Kami sudah menyurati para perbekel mengingatkan untuk menyelesaikan SPJ-nya,” terangnya, Jumat (5/7/2019).

Sridana menyatakan, SPJ untuk realisasi Dana Desa tahap satu dan dua penting, sebab Dana Desa tahap ketiga baru cair setelah SPJ disetorkan oleh masing-masing perbekel.

Menurutnya kalau SPJ sudah selesai, nanti pencairan Dana Desa tahap ketiga akan langsung masuk ke rekening desa.

"Adapun total Dana Desa yang bersumber dari pemerintah pusat untuk 46 desa se-Kabupaten Badung senilai Rp 52.584.767.000," ujarnya.

Dari 46 desa yang ada di Kabupaten Badung, Desa Pelaga, Kecamatan Petang mendapat dana terbesar yakni Rp 21.758.529.825, sedangkan yang terkecil diperoleh Desa Kuwum, Kecamatan Mengwi senilai Rp 11.713.246.302.

Untuk diketahui, dana tersebut sudah cair pada tahap pertama bulan April 2019 sebesar 20 persen, dan tahap dua pada bulan Mei 2019 sebesar 40 persen, dan terakhir tahap ketiga yang rencana akhir Juli 2019 ini sebesar 40 persen.

"Ya, Petang yang paling besar mendapatkan. Ini juga diukur dari luas wilayah dan yang lain," paparnya.

Disinggung bagaimana dengan sumber pendapatan yang lain, yakni dari penyisihan 10 persen pajak daerah, penyisihan 10 persen restribusi daerah, Alokasi Dana Desa (ADD) yang bersumber dari dana perimbangan, birokrat asal Kota Denpasar itu mengungkapkan sesuai dengan aturan baru cair per tiga bulan sekali.

“Semestinya bulan ini (Juli 2019) juga pencairannya. Tapi belum ada petunjuk lagi,” pungkasnya. (*)

Penulis: I Komang Agus Aryanta
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved