Pesta Kesenian Bali

Gamelan Saron, Gamelan Tua Memakai Laras Pelog Tujuh Nada Ditampilkan di PKB 2019

Gamelan Saron yang merupakan gamelan tua dengan memakai laras pelog tujuh nada ditampilkan di PKB 2019

Gamelan Saron, Gamelan Tua Memakai Laras Pelog Tujuh Nada Ditampilkan di PKB 2019
Dokumentasi Panitia PKB 2019
Penampilan Gamelan Saron persembahan dari Sanggar Sudamala, Desa Tangkas, Kecamatan Klungkung, Duta Kabupaten Klungkung di Kalangan Angsoka, Taman Budaya (Art Center), Jumat (5/7/2019), serangkaian PKB ke-41 tahun 2019. Gamelan Saron, Gamelan Tua Memakai Laras Pelog Tujuh Nada Ditampilkan di PKB 2019 

Laporan Jurnalis Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Berita Bali hari ini seputar Pesta Kesenian Bali 2019, Bali sebagai pulau yang terkenal akan kekayaan seni ternyata juga kaya ragam jenis gamelan.

Satu diantaranya adalah gamelan Saron yang merupakan gamelan tua dengan memakai laras pelog tujuh nada.

Gameran Saron inilah yang dipentaskan, Jumat (5/7/2019) siang, di Kalangan Angsoka, Taman Budaya (Art Center), Denpasar.

“Mungkin bagi sebagian orang hal ini (gamelan Saron) baru atau langka. Itu kerena gamelan ini hanya digunakan untuk kegiatan upacara di Klungkung saja,“ tutur pembina tabuh Gamelan Saron, Komang Sukarya.

Menurut Sukarya gamelan ini termasuk golongan tua sehingga penyajiannya tidak terlalu menarik.

Baca: Harga Kantong Plastik Naik, Aprindo Bali Setuju Dikenai Cukai

Baca: Warga Petulu Gianyar Iuran Rp 3,2 Juta Per KK, Perbaiki Jalan yang Benyah Latig Secara Swadaya

“Tapi bagi kita sebagai mana orang Bali, bagaimana kita mampu memberikan support kepada provinsi, sebagaimana tujuan dari PKB ini sendiri, ada pengembangan, penggantian dan juga ada pelestarian,” lanjut pria tua asal Tangkas, Klungkung ini.

Penampilan Sanggar Sudamala, Desa Tangkas, Klungkung yang membawakan Gamelan Saron ini menampilkan garapan gending-gending Abuan, Bagus Botoh, Gadung Melati, Gedang Renteng dan Ratna Mangelo.

Pria berusia 50 tahun ini mengatakan, gamelan Saron sering dipakai dalam upacara yadnya yang bersifat yadnya besar di Klungkung.

“Seperti karya Mamungkah, Maligia dan lainnya,” tutur Sukarya.

Baca: Jadwal Bola Akhir Pekan, Final Copa America dan Aksi Hebat Perempuan Cantik dari Belanda dan AS

Baca: Komaneka at Bisma Retreat Package, Nikmati Liburan Tenang dan Jauh dari Hiruk Pikuk Rutinitas

Menurut Sukarya, gambelan ini berbeda dari gambelan lain.

Gamelan Saron mempunyai struktur gending yang sangat sederhana, terdiri dari Kawitan dan Pengawak serta pola gending-gendingnya berbeda dari yang lain.

Instrumen barungannya terdiri dari dua buah saron yang berbilah bamboo, dua buah gangsar besar dan dua buah gangsar kecil.

“Nah, untuk kesulitannya sendiri, kalau gamelan lain kan menggunakan satu tangan untuk panggul tangan yang lain memegang besi gamelan. Tetapi kalau gamelan Saron ini kedua tangan ikut berpartisipasi. Jadi harus seimbang,” jelas Sukarya. (*)

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved