Berita Banyuwangi

Garap Crossborder Tourism hingga Desa Wisata, Apkasi Akan Kolaborasi dengan Kemenpar

Abdullah Azwar Anas, bakal menjalin kolaborasi dengan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) untuk mengembangkan berbagai sektor pariwisata di daerah

Garap Crossborder Tourism hingga Desa Wisata, Apkasi Akan Kolaborasi dengan Kemenpar
Surya/Haorrahman
Acara penutupan kegiatan Apkasi dihadiri Ustaz Yusuf Mansur, CEO Bukalapak Achmad Zaky, dan jajaran pejabat Kementerian Pariwisata. Garap Crossborder Tourism hingga Desa Wisata, Apkasi Akan Kolaborasi dengan Kemenpar 

Garap Crossborder Tourism hingga Desa Wisata, Apkasi Akan Kolaborasi dengan Kemenpar

TRIBUN-BALI.COM, BANYUWANGI - Usai dipercaya menjadi Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi), Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, bakal menjalin kolaborasi dengan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) untuk mengembangkan berbagai sektor pariwisata di daerah, mulai pariwisata lintas batas negara (crossborder tourism), homestay hingga desa wisata.

“Apkasi mendukung program-program Kemenpar, sehingga ke depan kebijakan pariwisata nasional bisa semakin punya instrumen pelaksanaan yang efektif dan saling dukung di daerah, dimana Apkasi beranggotakan lebih dari 400 kabupaten,” ujar Anas, Sabtu (6/7/2019)

Acara penutupan itu dihadiri Ustaz Yusuf Mansur, CEO Bukalapak Achmad Zaky, dan jajaran pejabat Kementerian Pariwisata.

“Pengembangan kolaborasi pariwisata ini sekaligus bagian dari strategi mendorong pemajuan seni-budaya daerah, karena semakin kuat konten kearifan lokalnya, semakin kuat pula daya tariknya untuk pengunjung,” imbuh Anas.

Baca: Teco Tegaskan Tak Boleh Kalah, Jika Ingin Terus Bertengger di Papan Atas Liga

Baca: Proses Pemisahan Bayi Kembar Siam dari Buleleng Butuh Waktu Lama, Begini Kata Dokter RSUP Sanglah

Anas memaparkan, sejumlah hal yang dikolaborasikan antara lain crossborder tourism, desa wisata, dan homestay.

“Untuk crossborder tourism, saya sudah sampaikan ke Pak Menteri, pilot project kerja sama ini akan dibuat di beberapa kabupaten, misalnya salah satunya Kabupaten Belu, NTT. Wisata lintas batas negara ini bisa ikut mengungkit perekonomian kabupaten tersebut, yang wilayah perbatasannya telah dibangun oleh pemerintah pusat dengan ikon-ikon yang menarik,” ujarnya.

Menurut Anas, strategi crossborder tourism yang diinisiasi Kemenpar harus disambut oleh Apkasi karena akan sangat mendukung pengembangan kabupaten-kabupaten yang menjadi perbatasan negara.

Pasarnya datang dari negara-negara tetangga, seperti Malaysia, Thailand, Filipina, Papua Nugini dan Timor Leste.

Baca: Warga Mengeluh, 99 Persen Tong Sampah di Karangasem Rusak

Baca: VIRAL Foto Biawak Panjat Pagar,10 Meme Lucu Editannya Bikin Tak Berhenti Tertawa

“Sudah banyak kisah sukses crossborder tourism. Perancis misalnya, sekitar 50% wismannya diperoleh dari negara yang berbatasan dengannya. Di Belgia, sekitar 51% wismannya didapat dari border tourits. Di Thailand sekitar 45% wismannya berasal dari border tourists. Di Malaysia angkanya lebih tinggi lagi di mana sekitar 60% wismannya berasal dari negara tetangganya,” jelas Anas.

“Maka ini kesempatan bagi kabupaten terdepan untuk menjadi mesin penyedot wisatawan mancanegara, yang otomatis akan menggerakkan ekonomi kabupaten itu,” imbuh Anas yang juga bupati Banyuwangi.

Halaman
12
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved