Proses Pemisahan Bayi Kembar Siam dari Buleleng Butuh Waktu Lama, Begini Kata Dokter RSUP Sanglah

dr Darmajaya menyatakan fasilitas & dokter RSUP Sanglah sudah siap untuk melakukan operasi jika bayi kembar siam (dempet) itu dalam kondisi survive

Proses Pemisahan Bayi Kembar Siam dari Buleleng Butuh Waktu Lama, Begini Kata Dokter RSUP Sanglah
Humas RSUP Sanglah
Bayi kembar siam (dempet) pasangan suami istri Kadek Redita (24) dan Putu Ayu Sumadi (18) sedang dirawat intensif di ruang cempaka 1 RSUP Sanglah. Proses Pemisahan Bayi Kembar Siam Butuh Waktu Lama, Begini Kata Dokter RSUP Sanglah 

Proses Pemisahan Bayi Kembar Siam Butuh Waktu Lama, Begini Kata Dokter RSUP Sanglah

Laporan Wartawan Tribun Bali, M Firdian Sani

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Bayi pasangan suami istri Kadek Redita (24) dan Putu Ayu Sumadi (18) yang terlahir kembar siam (dempet) kini menjalani perawatan di RSUP Sanglah.

Bayi ini dilahirkan di rumah sakit Santhi Graha Seririt, dan langsung mendapat rujukan ke RSUD Buleleng dan dilanjutkan ke RSUP Sanglah, Denpasar, Bali. Bayi sampai di RSUP Sanglah pada Kamis (4/7/2019) lalu.

Dikonfirmasi, Sabtu (6/7/2019) hari ini, dr I Made Darmajaya menyatakan fasilitas dan dokter RSUP Sanglah sudah siap untuk melakukan operasi jika bayi dalam kondisi survive atau bisa bertahan hidup.

Untuk operasi pemisahan pun akan membutuhkan waktu lama, sesuai kondisi bayi tersebut.

Ia juga menjelaskan, bayi harus berada dalam kondisi-kondisi tertentu untuk bisa dilakukan operasi pemisahan.

"Seperti yang saya bilang tadi, jantungnya dua dan jantungnya memang berfungsi, kelainannya pun tidak kelainan yang aneh-aneh, bisa diperbaiki," katanya.

Baca: Gamelan Saron, Gamelan Tua Memakai Laras Pelog Tujuh Nada Ditampilkan di PKB 2019

Baca: Harga Kantong Plastik Naik, Aprindo Bali Setuju Dikenai Cukai

''Levernya dua ataupun dempet itu masih bisa dipisah," tambahnya.

Darmajaya menjelaskan, bayi akan terus dipantau seiring dengan pertumbuhan dan perkembangannya.

"Jika perkembangan gizinya bagus, kalau semua indikator labnya, tumbuh kembangnya bagus, dia bisa hidup, ususnya bergerak bagus, gizinya bertambah baik, fungsi-fungsi tubuhnya berkembang dengan baik, itulah saatnya melakukan operasi," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: M. Firdian Sani
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved