Rajin Cuci Darah, Jro Mangku Sumerta Tak Ditahan, Bunuh Istrinya di Teras Diduga Akibat Sakit Hati

Pelaku yang membunuh istrinya ini diberikan penangguhan penahanan, mengingat kondisinya yang mengalami sakit gagal ginjal

Rajin Cuci Darah, Jro Mangku Sumerta Tak Ditahan, Bunuh Istrinya di Teras Diduga Akibat Sakit Hati
Kolase Tribun Bali/Ratu
Almarhumah Jro Ketut Nurti Mahayoni semasa hidup (kiri), Ketut Nurti Mahayoni saat disemayamkan di RSUD Buleleng, Sabtu (29/6/2019). Rajin Cuci Darah, Jro Mangku Sumerta Tak Ditahan, Bunuh Istrinya di Teras Diduga Akibat Sakit Hati 

Rajin Cuci Darah, Jro Mangku Sumerta Tak Ditahan, Bunuh Istrinya di Teras Diduga Akibat Sakit Hati

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Berita Buleleng, Bali hari ini, meski telah ditetapkan sebagai tersangka, Polres Buleleng tidak melakukan penahanan terhadap Jro Mangku Nyoman Sumerta (68).

Pelaku yang membunuh istrinya, Jro Ketut Nurti Mahayoni (65), ini diberikan penangguhan penahanan, mengingat kondisinya yang mengalami sakit gagal ginjal.

Kasubag Humas Polres Buleleng, Iptu Sumarjaya, Jumat (5/7/2019) mengatakan, pelaku Jro Sumerta mengalami sakit gagal ginjal sehingga setiap minggunya rutin melakukan cuci darah.

Atas rasa peri kemanusiaan, penyidik akhirnya memutuskan untuk tidak melakukan penahanan, dan pelaku hanya dikenakan wajib lapor.

"Tersangka saat ini ada di rumahnya. Dia harus cuci darah, dua kali dalam seminggu. Ada jaminan dari anaknya. Tersangka tidak akan mengulangi perbuatannya, tidak menghilangkan barang bukti, dan tidak melarikan diri (keluar dari Buleleng, red)," jelas Iptu Sumarjaya.

Baca: Trotoar Jebol Ditutup Styrofoam dan Kayu Peringatan

Baca: Kisah Cinta Diego Michiels Hingga Resmi Nikahi Dhea Simatupang, Keduanya Menangis Saat Sungkeman

Kendati demikian, proses hukum ditegaskan Iptu Sumarjaya tetap berjalan sesuai dengan ketentuan pasal 44 ayat (3) Undang-Undang KDRT.

Penangguhan penahanan ini akan diberikan sepanjang pelaku Jro Sumerta masih dalam kondisi sakit.

"Proses penyelidikan tidak terhambat. Pelaku cukup kooperatif. Senin pekan depan rencananya kami akan memeriksa keterangan saksi tambahan," katanya.

Adapun hasil autopsi terhadap jenazah korban, pihak penyidik belum menerima hasilnya secara resmi dari RSUP Sanglah.

Namun berdasarkan hasil pemeriksaan luar yang sempat dilakukan di RSUD Buleleng, korban Jro Mahayoni mengalami dua luka tusukan dari pisau pengutik di bagian perut, sebelah kanan dan kiri.

Halaman
12
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved