Pesta Kesenian Bali

Tanamkan Prinsip Ngayah, Sekaa Arja Lansia Sukanya Tampil Bersahaja di PKB 2019

Para lansia yang tergabung dalam Sekaa Arja Lansia Sukanya, Banjar Celuk Desa Dalung tampil bersahaja dengan prinsip ngayah

Tanamkan Prinsip Ngayah, Sekaa Arja Lansia Sukanya Tampil Bersahaja di PKB 2019
Tribun Bali/Nyoman Mahayasa
Dramatari Arja Lansia, Banjar Celuk, Desa Dalung, Kuta Utara, Kabupaten Badung saat tampil di kalangan Ayodya Taman Budaya Artcenter Denpasar, Jumat (5/7/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Para lansia yang tergabung dalam Sekaa Arja Lansia Sukanya, Banjar Celuk Desa Dalung, Badung turut tampil di Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-41 tahun 2019.

Dari sekaa tersebut, penari paling muda berusia 55 tahun dan tertua berumur lebih dari 70 tahun.

Pertunjukan mereka di Kalangan Ayodya, Taman Budaya, Denpasar, Jumat (5/7/2019) langsung memikat para pengunjung.

Penampilan mereka tetap bersahaja.

Arja Lansia yang terdiri dari 12 pemain dan 12 penabuh itu membawakan lakon ‘Sungu Mawungu’, menceritakan tentang Raja wanita (Limbur) sakti dari kerajaan Sunya Merta.

Raja ini memiliki seorang putri, Diah Anggrek Wulan dan seorang putra yakni Mantri Buduh bernama Raden Jaya Prakosa yang keduanya belum memiliki pendamping.

Mantri Buduh sejak lama menginginkan  Galuh Satyawati sebagai istri. Padahal Galuh Satyawati dari kerajaan Tantra Pura telah diambil sebagai calon istri oleh Mantri Manis dari kerajaan Santi Pala.

Sementara Diah Anggrek Wulan menginginkan suami Putra Santi Pala dari kerajaan Santi Pala calon suami Galuh Satyawati.

Melalui kesaktiannya Limbur mencoba mewujudkan keinginan putra dan putrinya.

“Awalnya terlihat akan berhasil, tetapi kemudian gagal karena kesaktian benda pusaka berupa Sungu,” kisah Kordinator Sekaha Arja Lansia Sukanya, Jro Mangku Ketut Gina.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved