Terkendala Zonasi, 300 Siswa dari Enam Desa di Buleleng Gagal Masuk SMA Negeri

Ada sekitar 300 siswa di enam desa tersebut yang hingga kini masih belum jelas hendak sekolah di SMA mana

Terkendala Zonasi, 300 Siswa dari Enam Desa di Buleleng Gagal Masuk SMA Negeri
Tribun Bali/Rizal Fanany
Ilustrasi - Kisruh PPDB 2019 membuat sejumlah siswa kebingungan mencari sekolah karena aturan zonasi. Di Buleleng, sekitar 300 siswa dari enam desa gagal masuk ke SMA Negeri karena terkendala jarak zonasi. (Tribun Bali/Rizal Fanany) 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Ketut Alit Widiada (48), warga asal Desa Kalibukbuk, Kabupaten Buleleng, terpaksa merogoh kocek lebih dalam lantaran sang anak terpaksa disekolahkan di salah satu SMA swasta di Buleleng.

SMA swasta menjadi pilihan terakhir lantaran sang anak tidak tertampung di SMA Negeri, sebab jarak rumah dengan SMA yang dituju cukup jauh, sekitar 7-8 kilometer.

Widiada ditemui Jumat (5/7/2019) kemarin, mengatakan dirinya baru mendaftarkan sang anak di SMA swasta pada Kamis (4/7/2019) pagi.

Sejatinya ia sudah berusaha mendaftarkan anak ketiganya itu di SMAN 2 Singaraja dan SMAN 4 Singaraja.

Namun karena jarak rumahnya cukup jauh, maka kedua SMA itu tidak dapat menerima sang anak. Sementara SMA Negeri di wilayah Desa Kalibukbuk tidak tersedia.

"Baru daftar di dua SMA Negeri itu sudah out. Tidak diterima karena zonasi ini. Jarak rumah saya dari kedua SMA itu sekitar tujuh kilo. Kedua SMA itu lebih mengutamakan pendaftar yang zonasinya lebih dekat. Akhirnya terpaksa mendaftar di swasta, SPP-nya sampai Rp 500 ribu per bulan," keluh Widiada.

Tak hanya Widiada, sebanyak enam perbekel di Kecamatan Buleleng, yakni Perbekel Desa Kalibukbuk, Tukadmungga, Kaliasem, Kayuputih, Anturan, dan Selat pada Jumat kemarin juga menyampaikan permasalahan serupa dialami oleh ratusan warganya di desa.

Enam perbekel di Kecamatan Buleleng menyampaikan keluhan terkait sekitar 300 siswa di desanya yang belum tertampung di SMA Negeri, Jumat (5/7/2019).
Enam perbekel di Kecamatan Buleleng menyampaikan keluhan terkait sekitar 300 siswa di desanya yang belum tertampung di SMA Negeri, Jumat (5/7/2019). (Tribun Bali/Ratu Ayu)

Ada sekitar 300 siswa di enam desa tersebut yang hingga kini masih belum jelas hendak sekolah di SMA mana. Perkaranya lantaran SMA Negeri terdekat di enam desa tersebut tidak tersedia.

Perbekel Desa Kalibukbuk, Ketut Suka, menyebutkan pola Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dengan sistem zonasi membuat sekitar 250 siswa di desanya belum tersalurkan ke SMA Negeri.

Untuk itu ia berharap agar Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Bali segera memberikan solusi atas permasalahan tersebut. Salah satunya dengan membangun SMA Negeri di antara wilayah enam desa tersebut.

Halaman
123
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved