ABK Tak Bernyawa di Dalam Kamar Saat Sedang Berlayar di Perairan Samudra Hindia

ABK Tak Bernyawa di Dalam Kamar Saat Sedang Berlayar di Perairan Samudra Hindia

ABK Tak Bernyawa di Dalam Kamar Saat Sedang Berlayar di Perairan Samudra Hindia
DOK Pol Air Polda Bali
ABK Tak Bernyawa di Dalam Kamar Saat Sedang Berlayar di Perairan Samudra Hindia 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Anak Buah Kapal (ABK) KM Bandar Nelayan 102 an bernama Tri Hardi Harnoto (26) ditemukan meninggal oleh kawannya sesama ABK di kamar tidur ABK saat sedang berlayar di perairan Samudera Hindia. 

Kronologisnya, pada Selasa (11/5/2019) sekitar pukul 05.40 WITA di atas kapal KM Bandar Nelayan 102 saat berlayar pada posisi 32 35 493 LS - 91 08 831 BT di perairan Samudra Hindia.

Korban di ketahui meninggal dunia di dalam kamar. 

Baca: Sehabis Makan Malam, Kepala Pria ini Ditebas Anaknya hingga Terputus, Ibunda Histeris di TKP

Saat itu, saksi Yudi hendak membangunkan korban yang sedang tidur di kamar ABK untuk bekerja. 

Namun korban tidak bangun.

Karena tidak bangun-bangun, kemudian Yudi bersama rekan lainnya kembali mencoba membangunkan korban tetapi tetap tidak bangun.

Baca: Birahi Gede Suri Tak Terbendung, Lihat Ibu Muda Pakai Daster Sembari Memberi Makan Babi

Kemudian dilakukan pengecekan terhadap pernafasan dan ternyata korban sudah tidak bernafas.

"Saat itu saya ingin membangunkan korban, namun tidak bangun-bangun. Setelah dicek korban sudah tidak bernafas," ujar Yudi yang juga teman korban sesama ABK.

Setelah mengetahui korban tidak bernafas, kemudian Yudi dan salah satu rekannya menghubungi nahkoda kapal untuk bersama-sama mengecek keadaan korban. 

Baca: Api Bakar Kerumunan Warga di Klungkung, Enam Warga Terbakar, Setengah Badan Cokorda Putra Terbakar

Setelah dicek, tidak adanya bekas kekerasan di sekitar tubuh korban maupun hal mencurigakan lainnya. 

"Ya kemudian kami cek sama-sama untuk melihat tubuh korban dan tidak ada hal-hal yang mencurigakan. Dengan mengecek urat nadi, dari pemeriksaannya ternyata korban sudah tidak ada denyut nadi, sehingga korban dinyatakan sudah meninggal dunia, dengan posisi tidur terlentang. Jadi kami memutuskan untuk membungkus dan menaruhnya di palka dan kemudian pada (20/5/2019) kami titipkan ke KM Bandar Nelayan 2009 untuk dibawa ke daratan di Pelabuhan Benoa," ucapnya.

Pada Jumat (5/7/2019), setibanya di Pelabuhan Benoa sekitar pukul 08.30 wita, selanjutnya jenazah langsung di kirim ke RSUP Sanglah untuk dilakukan visum et revertum dan kemudian melaporkan ke kantor Ditpolairud Polda Bali.

Baca: Sutopo di Mata Jokowi, Megawati dan Para Tokoh ini, Selamat Jalan Pak Topo

Wadir Dit Polair Polda Bali, AKBP Bambang Wiriawan mengatakan,  pihaknya mengevakuasi jenazah seorang ABK KM Bandar Nelayan bertempat di Pelabuhan Benoa pada Jumat (5/7/2019).

Sesampainya di Pelabuhan Benoa, korban kemudian dilarikan ke RSUP Sanglah untuk dilakukan visum.

"Kami bawa ke RSUP Sanglah untuk divisum supaya tau penyebab kematian korban," ucap Wiriawan.(*)

Penulis: Rino Gale
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved