Kisah Sukses Ni Ketut Suwarni, Jalani Usaha Tas dari Benang Rajut

Umumnya seseorang memakai tas yang bahannya terbuat dari kain atau kulit.Namun di mata Ni Ketut Suwarni, tas juga bisa dari benang rajutan.

Kisah Sukses Ni Ketut Suwarni, Jalani Usaha Tas dari Benang Rajut
Tribun Bali/Sui Suadnyana
Ni Ketut Suwarni, Merajut Usaha dari Benang Rajut 

Lagi-lagi gayung bersambut, kakak dari Suwarni mempunyai ipar yang bisa merajut benang.

Suwarni langsung memintanya untuk membuat barang rajutan.

Hasil rajutan itu kemudian dibawa ke tamu dan secara langsung diterima. Suwarni pun mendapat 100 pcs orderan untuk kali pertama.

Seiring berjalannya waktu, order dari tamu itu terus meningkat, baik dari kuantitas maupun modelnya.

Produk sarung tangan dan topi sampai saat ini yang paling banyak diekspor.

Sekali ordernya bisa antara 8000 hingga 10.000 pcs.

Sampai saat ini, produk rajutan dari Suwarni ini sudah melanglang buana ke empat negara diantara Jepang, Austira, Amerika dan Singapura.

Berkat order yang terus meningkat, kini usaha yang dijalankan oleh istri dari Gede Jagatdita itu sudah memiliki omset sekitar Rp 2 Miliar.

Padahal awalnya, Suwarni mengaku hanya memiliki modal sekitar Rp 20 juta.

Namun ia tidak menutupi bahwa perkembangan ekspor sekiranya sejak tujuh tahun ke belakang mengalami penurunan.

Halaman
123
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Alfonsius Alfianus Nggubhu
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved