Anggaran Belanja Tidak Terduga di Denpasar Hanya Terealisasi 6,51 Persen

Anggaran belanja tidak terduga di Kota Denpasar tahun anggaran 2018 terealisasi 6,51persen atau sebesar Rp 195,15 juta lebih

Anggaran Belanja Tidak Terduga di Denpasar Hanya Terealisasi 6,51 Persen
Tribun Bali/I Putu Supartika
Pembukaan Rapat Paripurna ke-9 Tahun 2019 di ruang sidang DPRD Kota Denpasar, Senin (8/7/2019) siang. Anggaran Belanja Tidak Terduga di Denpasar Hanya Terealisasi 6,51 Persen 

Anggaran Belanja Tidak Terduga di Denpasar Hanya Terealisasi 6,51 Persen

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Anggaran belanja tidak terduga di Kota Denpasar tahun anggaran 2018 terealisasi 6,51persen atau sebesar Rp 195,15 juta lebih dari yang dianggarkan sebesar Rp 3,00 miliar. 

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra dalam Pembukaan Rapat Paripurna ke-9 Tahun 2019 di ruang sidang DPRD Kota Denpasar, Senin (8/7/2019) siang, saat membacakan gambaran mengenai Realisasi Belanja Daerah Tahun Anggaran 2018.

Rai Mantra mengatakan, struktur Belanja Daerah dibagi menjadi dua bagian, yaitu Belanja TIdak Langsung dan Belanja Langsung.

Total anggaran Belanja Daerah direncanakan sebesar Rp 2,36 triliun Iebih, sedangkan realisasinya sebesar Rp 2,09 triliun Iebih atau sebesar 88,70 persen.

"Penghematan Belanja Daerah ini terjadi antara lain karena adanya upaya-upaya penghematan anggaran belanja pada setiap program dan kegiatan dengan mengedepankan prinsip-prinsip efisiensi, efektivitas dan ekonomis," kata Rai Mantra.

Total Anggaran Belanja Daerah tersebut dialokasikan untuk Belanja Tidak Langsung sebesar Rp 1,16 triliun Iebih dengan realisasi sebesar Rp1,07 triliun Iebih, dan Belanja Langsung yang dirancang sebesar Rp1,20 triliun lebih dengan realisasi sebesar Rp 1,02 triliun lebih. 

Baca: Juni Bandara Ngurah Rai Telah Layani 2,1 Juta Penumpang, Catatan Tertinggi Selama Semester I 2019

Baca: TRIBUN WIKI - Nikmatnya Surabi Bandung Kang Cepot, Ada Berbagai Varian Rasa & Pasti Terjangkau

Belanja Tidak Langsung terdiri dari komponen Belanja Pegawai, Hibah, Bantuan Sosial, Bagi Hasil kepada Kabupaten lainnya, Bantuan Keuangan kepada Pemerintahan Desa, dan Belanja Tidak Terduga.

Penghematan pada Belanja Tidak Langsung ini terjadi khususnya pada Pos Belanja Pegawai yang direncanakan sebesar Rp 877,50 miliar lebih sedangkan realisasinya sebesar Rp 799,12 miliar lebih.

Halaman
123
Penulis: Putu Supartika
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved