Gubernur Bali Minta Masyarakat Kritik PKB, Kalau Mau Makin Berkualitas

Gubernur mengharapkan keterlibatan masyarakat ikut memberikan evaluasi berupa kritik dan saran.

Gubernur Bali Minta Masyarakat Kritik PKB, Kalau Mau Makin Berkualitas
Istimewa/Humas Pemprov Bali
Gubernur Bali Wayan Koster seusai menyaksikan pementasan Tari Mekepung garapan Sanggar Suar Agung Jembrana di Gedung Kriya, Art Centre, Jalan Nusa Indah, Denpasar, Bali, Minggu (7/7/2019) malam. 

Ny Suastini Koster sendiri semasa gadis dikenal sebagai seniman profesional multitalenta.

Ia pada 1984 pernah tampil dalam pementasan yang sama, sehingga bisa dibilang ia adalah senior dari sebagian seniman tari yang tampil pada malam itu.

Tari Mekepung yang dibawakan Ny Suastini Koster menceritakan tentang sekawanan kerbau yang harus menunggu makanan pemberian dari si penggembala.

Lantas, setiap kata yang diucapkan si penggembala itupun menjelma sebagai suatu perintah yang harus dilaksanakan bagi kawanan kerbau tersebut.

Tarian ini diciptakan oleh maestro Jegog asal Jembrana I Ketut Suentra pada 1984, yang berawal dari keinginan menjadikan Jembrana semakin dikenal.

Pementasan diawali dengan alunan Jegog berupa Tabuh Teruntungan Dhamar Hyang yang merupakan alat musik khas Jembrana.

Dilanjutkan dengan pementasan Tari Putri Bambu yang mencerminkan tentang prinsip kehidupan, bahwa sebagai ciptaan Tuhan harus senantiasa mengayomi seperti layaknya pohon bambu.

Yakni, semakin tinggi kehidupannya, dia akan selalu melihat ke bawah.

Seusai itu, kembali dilantunkan instrumen musik dari bambu yakni tabuh Darmakusuma, yang memiliki makna bahwa proses mencapai suatu kesuksesan berkarya memerlukan keuletan, kesabaran dan pengorbanan dengan diimbangi oleh sikap atau etika yang baik.

Tabuh ini juga merupakan karya I Ketut Suentra.

Halaman
123
Penulis: Kander Turnip
Editor: Kander Turnip
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved