Pengusaha Boat Terkesan Menghambat Penerapan Perda, Sebagian Besar Masih Enggan Pungut Retribusi WNA

Dari 44 perusahaan jasa penyeberangan menuju Nusa Penida, hanya 12 yang bersedia membantu Pemkab Klungkung menarik retribusi ke wisatawan mancanegara

Pengusaha Boat Terkesan Menghambat Penerapan Perda, Sebagian Besar Masih Enggan Pungut Retribusi WNA
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Wisatawan asing ketika hendak menyeberang ke Nusa Penida di Pelabuhan Tribhuana, Desa Kusamba, Klungkung, belum lama ini. Pengusaha Boat Terkesan Menghambat Penerapan Perda, Sebagian Besar Masih Enggan Pungut Retribusi WNA 

Pengusaha Boat Terkesan Menghambat Penerapan Perda, Sebagian Besar Masih Enggan Pungut Retribusi WNA

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Berita Klungkung Bali hari ini, sebagian besar pengusaha boat yang melayani penyeberangan menuju Nusa Penida, masih enggan berkontribusi dalam pelaksanaan Perda Nomor 5 Tahun 2018 tentang Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga.

Dari 44 perusahaan jasa penyeberangan menuju Nusa Penida, hanya 12 yang bersedia membantu Pemkab Klungkung menarik retribusi ke wisatawan mancanegara (wisman).

Sementara sisanya justru terkesan menghambat, karena tidak kunjung memberikan kejelasan ke Pemkab Klungkung terkait hal ini.

Kadis Pariwisata Klungkung I Nengah Sukasta menjelaskan, sejak Perda belum ditetapkan, pihaknya sudah mengajak para pengusaha boat ini ikut berkontribusi menarik retribusi kepada wisatawan saat akan ke Nusa Penida. Namun hal ini mendapat penolakan dari beberapa pengusaha, dengan berbagai alasan.

"Sebelum Perda diterapkan, kan sudah beberapa kali mereka kami undang pertemuan. Tapi belum ada kesepakatan, untuk bersama melancarkan penerpan Perda ini," ujar Kadis Pariwisata Klungkung I Nengah Sukasta.

Baca: Pengembangan SDM & Produk Tani, Menyikapi Kesenjangan Kawasan Nikosake dengan Tabanan Timur & Utara

Baca: Fede du Cinema Putar Belle et Sebastian di Bentara Budaya Bali

Setelah Perda diterapkan, sempat terjadi kekroditan di beberapa pelabuhan ketika proses penarikan retribusi berlangsung.

Sehingga beberapa pengusaha boat mulai bersedia bekerjasama untuk menarik retribusi ke wisatawan.

Teknisnya, retribusi dipungut ketika WNA membeli tiket boat saat hendak menyeberang ke Nusa Penida.

"Dari 44 pengusaha boat, saat ini sudah ada 12 yang siap untuk bekerjasama dengan Pemkab menarik retribusi ke WNA ini," jelas Sukasta

Halaman
12
Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved