Sutopo Meninggal Karena Kanker Paru, Begini Sebab dan Cara Mencegahnya

Walaupun ada penderita kanker paru yang tidak merokok, asap rokok merupakan faktor risiko terpenting.

Sutopo Meninggal Karena Kanker Paru, Begini Sebab dan Cara Mencegahnya
Tribun Bali/Muhammad Firdian Sani
Dokter Spesialis RSUD Wangaya dr Wayan Wahyu Semaraputra SpP 

Sutopo Meninggal Karena Kanker Paru, Begini Sebab dan Cara Mencegahnya

Laporan Wartawan Tribun Bali, M. Firdian Sani

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Indonesia kehilangan sosok pria bernama Sutopo Purwo Nugroho selaku Kepala Pusat Data dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Sutopo mengembuskan nafas terakhirnya pada Minggu (7/7/2019) setelah berjuang melawan kanker paru-paru stadium 4b yang dideritanya sejak 2 tahun lalu.

Penyebab kanker paru sendiri sangat beragam atau multifaktor.

Dokter spesialis paru, Wayan Wahyu Semaraputra SpP saat ditemui Tribun Bali di RSUD Wangaya, Denpasar, Bali, Senin (8/7/2019) mengatakan, ada beberapa penyebab kanker paru.

BACA JUGA: Mengenal Kanker Paru yang Diderita Sutopo, Pengertian, Gejala, dan Jenisnya
 

"Yang pertama adalah genetik, jenis kelamin, polusi udara, asap rokok. Walaupun ada penderita kanker paru yang tidak merokok, asap rokok merupakan faktor risiko terpenting dari kanker paru," jelasnya.

Faktor genetik tidak terlalu besar pengaruhnya, namun perlu diketahui dan diwaspadai sebagai bentuk mawas diri.

"Genetik sebenarnya tidak terlalu besar pengaruhnya, cuman harus kita cari faktor-faktor genetik atau keturunan. Apakah dari keluarganya itu ada yang menderita kanker paru sebelumnya," ungkapnya.

Halaman
123
Penulis: M. Firdian Sani
Editor: Kander Turnip
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved